Kota Sukabumi

80 Persen Pasien COVID-19 di Sukabumi Bergejala Omicron

Siti Fatimah - detikNews
Selasa, 15 Feb 2022 10:38 WIB
Sebanyak 11 petugas Lapas Kelas II B Kota Sukabumi dinyatakan positif COVID-19. Kawasan Lapas pun disemprot dengan disinfektan.
Sebanyak 11 petugas Lapas Kelas II B Kota Sukabumi dinyatakan positif COVID-19. Kawasan Lapas pun disemprot dengan disinfektan. (Foto: Siti Fatimah)
Sukabumi -

Juru Bicara Satuan Gugus Tugas (Satgas) COVID-19 Kota Sukabumi, Wahyu Handriana menyatakan, terjadi peningkatan kasus yang signifikan di Kota Sukabumi. Berdasarkan pemantauannya, 80 persen bergejala COVID-19 varian Omicron.

"Di Kota Sukabumi ini memang terkait peningkatan kasus ini memang meningkat secara signifikan. Hari ini kemungkinan akan menyentuh ke angka 400. Kalau dilihat dari gejalanya ya ini adalah gejala omicron, 80% itu omicron," kata Wahyu saat ditemui detikcom di kantor Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Selasa (15/2/2022).

Data penambahan kasus COVID-19 Kota Sukabumi per Senin (14/2) kemarin bertambah 88 kasus sehingga total konfirmasi mencapai 397 orang. Kemudian 320 diantaranya melakukan isolasi dan 77 sudah dinyatakan sembuh.

Dia menjelaskan, alasannya menyebut lebih banyak omicron karena kasus penularannya cepat namun hospitalisasinya rendah. Artinya, kata dia, tak banyak pasien positif COVID-19 yang dirawat di rumah sakit yaitu hanya 13 orang.

"Terus yang kedua memang gejala omicron itu lebih banyak di saluran nafas atas dibanding saluran nafas bawah, batuk, pilek, demam pun hanya beberapa, yang lebih banyak nyeri nelan," ujarnya.

Wahyu menjelaskan, dilihat dari tingkat penularan, kasus COVID-19 di Kota Sukabumi bersumber dari klaster keluarga hingga menyebar dan membentuk klaster kantor dan sekolah. "Jadi di Kota Sukabumi sama seperti di kota lain, peningkatan kasusnya cukup tinggi tapi gejalanya tidak begitu berat," tambahnya.

Meski begitu, Wahyu menyebut, kasus penularan COVID-19 di Kota Sukabumi masih terkendali. Alasannya karena tingkat vaksinasi dinilai sudah cukup baik dengan capaian vaksin dosis 1 mencapai 111%, lansia dosis 1 (82%) dosis 2 (69%), vaksin anak dosis 1 (89%) dosis 2 (39%).

Selain itu, kesadaran masyarakat juga dinilai tinggi. Menurutnya, banyak warga yang sudah merasakan gejala dan langsung melakukan isolasi mandiri tanpa melakukan pengetesan COVID-19 (swab PCR).

"Saya terus terang banyak sekali masyarakat Kota Sukabumi yang mengeluh batuk pilek, demam tapi tidak sesak. Karena tidak perlu diswab mereka cukup istirahat saja dan memang ya silahkan, kita juga tidak memaksa mereka untuk di swab," kata dia.

Pihaknya berharap, penurunan kasus COVID-19 dapat terjadi di akhir Februari hingga awal Maret. Dia juga menyarankan bagi masyarakat yang menunjukkan gejala langsung melakukan isolasi mandiri.

"Cukup istirahat, isoman di rumah 3-4 hari sudah sembuh biasanya. Asal dia istirahat dan tidak kemana-mana. Itu saran kita dan vaksin. Orang yang sudah divaksin kena delta atau omicron itu relatif ringan gejalanya dibanding yang nggak divaksin," pungkasnya.

(yum/bbn)