Wanita Muda Asal Cikalang Terlibat Sindikat Sabu

ADVERTISEMENT

Kota Tasikmalaya

Wanita Muda Asal Cikalang Terlibat Sindikat Sabu

Faizal Amiruddin - detikNews
Senin, 31 Jan 2022 11:47 WIB
Wanita Bisnis Sabud di Tasikmalaya
Seorang wanita di Kota Tasikmalaya terlibat sindikat sabu. (Foto: Faizal Amiruddin/detikcom)
Tasikmalaya -

Polisi mengungkap enam kasus peredaran narkoba di Kota Tasikmalaya sepanjang Januari 2022. Kasus tersebut melibatkan enam tersangka dengan barang bukti sabu, tembakau sintetis dan obat-obatan psikotropika.

Salah satu dari enam tersangka itu wanita muda usia 23 tahun berinisial IP, warga Cikalang, Kota Tasikmalaya. Wanita tersebut diduga sebagai penghubung antara pengedar dan pemakai sindikat sabu di Tasikmalaya. Dari tangannya polisi mengamankan satu paket kecil sabu.

Tersangka lain dalam kasus sabu adalah inisial NM. Dia pengedar dengan barang bukti sabu seberat 3,76 gram.

Tersangka ketiga inisial KY, warga Argasari, Kota Tasikmalaya. Dia pengedar sabu dengan barang bukti sebanyak 4,36 gram.

Narkoba jenis lainnya adalah tembakau sintetis seberat 20,3 gram yang melibatkan tersangka AA. Dia yang membeli barang terlarang itu secara online diduga menjadi pengedar.

Sementara untuk jenis obat-obatan ada tersangka WAW dengan barang bukti 50 butir pil psikotropika. Dia yang mengaku mendapatkan barang itu di marketplace diduga sebagai pengguna.

Terakhir ada tersangka DY. Dia sebagai pengedar obat-obatan terlarang. Dari tangan tersangka polisi mengamankan barang bukti 36 pil Zypraz, 14 butir Riklona dan 15 butir Alprazolam.

"Semua tersangka kami lakukan penahanan dengan ancaman hukuman yang berbeda. Tapi semuanya ancaman di atas 5 tahun penjara," kata Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kurniawan, Senin (31/1/2022).

Peredaran narkoba di Kota Tasikmalaya yang notabene sebagai kota santri belakangan kian menggejala. Beragam jenis kasus narkoba muncul dan terjadi di semua kalangan masyarakat.

"Rata-rata kita pengungkapan kasus narkoba setiap bulan itu 10 kasus, sekarang di Januari ini ada 6 kasus," kata Aszhari.

Dia mengatakan penanggulangan peredaran narkoba di Kota Tasikmalaya selama itu terus diupayakan. "Kita tak sendiri, bersama dengan BNK (Badan Narkotika Kota) kami melakukan penanggulangan narkoba. Bukan hanya penegakan hukum tapi juga dengan pencegahannya," kata Aszhari.

Dia mengajak semua elemen untuk sama-sama mengawasi peredaran narkoba serta mengedukasi mengenai bahayanya. "Bersama Pemkot dan dunia pendidikan kita lakukan pencegahan. Mengedukasi anak-anak kita mengenai bahaya narkoba," kata Aszhari.

Simak juga 'Momen Polisi Bekuk Pengedar Sabu di Tol Simpang Pematang Mesuji':

[Gambas:Video 20detik]



(bbn/yum)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT