Sempat Kritis, Bocah Korban Longsor Sumedang Akhirnya Meninggal

Nur Azis - detikNews
Jumat, 28 Jan 2022 11:15 WIB
RSUD Sumedang
Foto: RSUD Sumedang (dok. detikcom).
Sumedang -

Kabar duka datang dari Dede Rayan Ardika (7), bocah lelaki yang mengalami luka berat dalam peristiwa longsor di Desa Cisurat, Kecamatan Wado, Sumedang pada Sabtu (22/1/2022) lalu, akhirnya meninggal dunia.

Korban meninggal dunia pada Kamis (27/1/2022) sekitar pukul 22.30 WIB. Sebelum meninggal, korban sempat mendapat perawatan cukup intensif selama 6 hari di RSUD Sumedang.

Kabar tersebut disampaikan oleh paman korban, yakni Dedeng Darmawan saat dihubungi detikcom, Jumat (28/1/2022).

"Iya betul meninggal dunia tadi malam sekitar pukul 22.30 WIB," ucap paman korban Dedeng Darmawan, saat dihubungi, Jumat (28/1/2022).

Dedeng mengatakan korban sempat menjalani operasi dua hari sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. Saat itu, kondisinya sempat membaik namun kembali turun pada keesokan harinya.

"Setelah operasi beres sempat ada peningkatan dan mulai membaik tapi untuk pernafasan masih tergantung alat bantuan, dan pas kemarin nge-drop lagi," tuturnya.

Dedeng mengatakan pihak keluarga telah mengikhlaskan atas kepergian korban dan mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu.

"Pihak rumah sakit sudah semaksimal mungkin penanganan tapi karena luka dalam sehingga keponakan saya hanya bisa bertahan sampai tadi malam," ungkapnya.

Korban saat ini telah dimakamkan di tempat pemakaman umum di Desa Cisurat, Kecamatan Wado bersebelahan dengan makam Ibunya, yakni Siti Nyoman yang turut menjadi korban dalam peristiwa longsor tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Siti Nyoman (42) ditemukan tewas di tempat tinggalnya. Sang anak, Dede Rayan Ardika (7), mengalami luka berat setelah tebing dengan tinggi sekitar 5 meter dan lebar 10 meter longsor menimpa rumahnya di Desa Cisurat, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Sabtu (22/1).

Dede Rayan Ardika (7) menjalani perawatan di RSUD Sumedang. Bocah lelaki tersebut luka berat akibat tertimpa bangunan saat rumahnya diterjang longsor di Desa Cisurat, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang.

Dirut RSUD Sumedang Aceng Solahudin menjelaskan korban dirujuk dan tiba di RSUD Sumedang sekitar pukul 17.30 WIB, Sabtu (22/1). Saat dilakukan pemeriksaan luar, kondisi korban diketahui terdapat banyak luka yang diakibatkan oleh benturan.

Anak tersebut sempat mendapat tindakan medis dengan menggunakan Alat Pacu Jantung (APJ). Pihak rumah sakit saat ini masih melakukan observasi untuk mengetahui kemampuan bernapas dan detak jantung korban.

Aceng mengatakan pihaknya saat ini akan melakukan assessment setelah korban sempat menjalani observasi untuk mengetahui kemampuan bernapas dan detak jantung. Bocah tersebut kritis dan berada di ruang high care unit (HCU).

"Korban kondisinya masih kritis, sekarang berada di ruang HCU. Kita akan assessment ulang," ucap Aceng, Minggu (23/1/2022).

Dia menjelaskan korban mengalami luka di area kepala, punggung dan dada. "Ada luka di luar sudah jelas, di area punggung dan kepala. Kemudian ada luka benturan di kepala dan di dada," tutur Aceng.

(mso/bbn)