Bangga Jadi Orang Sunda, Seniman Muda Sumedang Unjuk Gigi Ragam Kesenian

Nur Azis - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 10:08 WIB
Para seniman muda asal Sumedang sedang menunjukan kebolehannya dalam seni tari jaipong
Foto: Para seniman muda asal Sumedang sedang menunjukan kebolehannya dalam seni tari jaipong (Nur Azis/detikcom).
Sumedang -

Sejumlah seniman muda asal Kabupaten Sumedang unjuk gigi dalam perhelatan budaya Sunda yang digelar di Kawasan Cipacing, Kecamatan Jatinangor. Kegiatan tersebut sebagai upaya untuk memelihara dan menumbuhkan kebanggaan akan budaya daerah sejak dini.

Beragam pertunjukan kesenian ditampilkan dalam kegiatan itu, seperti tari jaipong, calung, pencak silat, seni tarawangsa, seni reak dan kesenian lainnya. Para pelaku seni dari mulai anak-anak hingga remaja tampak antusias saat menunjukan kebolehannya.

Ketua Padepokan Sukma Sejati selaku penyelengara kegiatan, Rusanto Joko mengatakan kegiatan ini sebagaimana tema yang diusung, yakni Sunda Sing Nyunda, Kuring Reueus Jadi Orang Sunda (Sunda harus memiliki sifat Kesundaan, Saya Bangga Jadi Orang Sunda) memiliki tujuan untuk memelihara budaya Sunda.

"Jadi orang Sunda itu harus tahu betul jati diri orang Sunda itu seperti apa, seperti harus tahu undak usuk bahasa Sunda, saling menghargai kepada orang lain dan orang Sunda harus bangga jadi jati dirinya, karena oleh siapa lagi budayanya dilestarikan selain oleh orang Sunda sendiri," paparnya kepada detikcom.

Joko mengatakan kegiatan itu diikuti oleh para pelaku seni dari mulai anak yang duduk dibangku Sekolah Dasar (SD), remaja setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan kuliah. Mereka berasal dari 16 sanggar kesenian yang ada di Sumedang.

"Kami bangga selaku pelaku seni budaya jika melihat seni helaran seperti seni kuda renggong atau seni reak, kemungkinan 50 tahun ke depan akan tetap lestari karena dimulai dari usia 5 tahun sudah masuk di seni helaran itu," terangnya.

Joko mengatakan dalam kegiatan ini sengaja banyak menampilkan kebolehan dari anak-anak. Hal itu sebagai upaya untuk menumbuhkan rasa kecintaan dan kebanggan sejak dini akan budaya daerah dalam hal ini budaya Sunda.

"Jadi kalau diperkenal sejak dari kecil maka ke depannya mereka akan merasa memiliki akan budaya Sunda itu sendiri," terangnya.

Sementara itu, Politikus PDI Perjuangan yang juga sebagai Dewan Pembina Padepokan Sukma Sejati Maruarar Sirait mengapresiasi para seniman Sumedang yang masih konsisten dalam melestarikan budaya Sunda di tengah pandemi COVID-19.

"Saya melihat para seniman di Sumedang ini begitu konsisten melestarikan budaya Sunda, senimannya juga banyak yang berprestasi, saya cukup senang melihatnya," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, mantan anggota DPR RI yang turut peduli akan kelestarian akan nilai budaya daerah tersebut, menyerahkan bantuan pendidikan berupa uang tunai sebesar Rp 30 juta kepada para pelaku seni yang berprestasi.

"Saya lihat tadi anak-anak ada yang masih SD sampai yang sudah kuliah, itu bantuan pendidikan saja, kita gotong royong-lah saling membantu sebagai insan Pancasila," terangnya.

Ia pun turut bangga dimana gelaran budaya yang digelar masih menerapkan protokol kesehatan (prokes).

"Kita doakan bersama Covid terus melandai, ekonomi Indonesia saat ini sudah mulai bangkit, semoga diawal tahun ini dan seterusnya bisa lebih baik lagi," pungkasnya.

(mso/mso)