Perusahaan Ogah Bantu Pemulangan Ibu Muda Pandeglang di Arab Saudi

Rifat Alhamidi - detikNews
Jumat, 28 Jan 2022 09:11 WIB
buying illegal foreign passport hands exchanging money and documents buyer seller
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Pandeglang -

HY (28), ibu muda asal Pandeglang mengaku telah menjadi korban penipuan agen penyalur TKI yang menjanjikannya bisa bekerja di Arab Saudi. Terkini, dia mendapat kabar yang justru membuatnya pesimis bisa pulang kembali ke Tanah Air.

Kabar tersebut datang dari pihak KBRI Arab Saudi. HY mengatakan, pihak perusahaan yang menampungnya di Saudi tak mau memulangkannya ke Indonesia lantaran telah menyetorkan uang Rp 60 juta untuk membayarnya agar bekerja di sana.

"Semalam (waktu Indonesia) saya dapat kabar dari orang KBRI, bilangnya begitu pak. Katanya perusahaan yang nampung saya di sini (Arab Saudi) enggak mau mulangin saya, dia enggak mau rugi soalnya udah abis biaya Rp 60 juta," kata HY saat berbincang dengan detikcom via telepon, Pandeglang, Jumat (28/1/2022).

Dugaan HY, uang itu telah disetorkan ke perusahaan yang menjadi agen penyalur TKI yang memberangkatkannya ke Arab Saudi. Pasalnya, dari pertama datang hingga sekarang, ia belum pernah menerima uang dari perusahaan sebagai jasanya bekerja di Arab Saudi.

"Kayanya dikasihnya ke sponsor saya yang di Jakarta. Soalnya saya belum dapat gaji sama sekali, kerja juga belum. Cuma pertama aja pas mau berangkat saya dikasih uang Rp 4 juta sama sponsor," ungkapnya.

HY juga memberi kabar jika saat ini ia sudah terhitung tiga kali berpindah tempat setelah tiba di Arab Saudi. Mulai dari wilayah Jeddah, Riyadh dan kini ia ada di Madinah setelah dipindahkan pada 26 Januari 2022 kemarin.

"Ini yang ketiga kalinya dipindahin pak, mudah-mudahan enggak dioper-oper lagi," ucapnya.

Selain itu, HY mengaku komunikasinya sudah mulai direspons oleh pihak KBRI Arab Saudi. Keluarganya dikampung juga sudah didatangi oleh pihak Disnakertrans Pandeglang serta Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) yang mau mengusahakan kepulangannya ke Tanah Air.

"Mudah-mudahan bisa cepet ada jalan keluar pak. Saya pengen cepet pulang, khawatir kalau lama-lama di sini karena saya juga trauma udah ditipu sama yang nawarin saya kerja di Arab," pungkasnya.

(mso/bbn)