Ditipu Agen TKI, Ibu Muda Pandeglang Ini Terkatung-katung di Arab Saudi

Rifat Alhamidi - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 16:17 WIB
buying illegal foreign passport hands exchanging money and documents buyer seller
Foto: ilustrasi (Thinkstock)
Pandeglang -

Nasib pilu dialami HY (28). Ibu muda asal Pandeglang, Banten ini mengaku telah menjadi korban penipuan agen penyalur TKI yang menjanjikannya bisa bekerja di Arab Saudi sebagai asisten rumah tangga (ART). Namun bukannya pekerjaan yang didapat, HY kini malah terkatung-katung tanpa kejelasan di negeri orang.

detikcom pun berhasil menghubunginya melalui sambungan pesan singkat WhatssApp. Namun, untuk menjaga keselamatannya, wartawan sengaja merahasiakan identitas lengkap HY untuk menghindari hal yang tak diinginkan selama ia berada di Arab Saudi.

"Iyah pak, saya HY. Saya udah 20 hari lebih di sini awalnya dijanjiin kerja tapi sekarang malah dikurung di sininya," katanya saat berbincang dengan detikcom, Senin (24/1/2022).

HY bercerita semuanya bermula saat ia ditawari kerja oleh seorang pria berinisial MT yang dikenal berasal dari wilayah Tangerang pada akhir tahun 2021. Tanpa pikir panjang, ia menerima tawaran tersebut lantaran memang membutuhkan pekerjaan untuk menghidupi dua anaknya yang masih kecil juga keluarganya di kampung.

Selama mengurus dokumen persyaratan kerja, HY mengaku tak menaruh curiga apapun meski semuanya dilakukan secara singkat. Pasalnya, pria yang ia sebut sebagai sponsor itu merupakan pacar dari teman masa kecilnya berinisial RS yang kini telah bekerja di Tangerang.

"Temen aku itu pacarnya sponsor, dirayulah aku buat ke Saudi, katanya prosesnya cepet langsung dapat majikan. Makanya saya mau nerima tawaran itu," tuturnya.

Singka cerita, tanggal 2 Januari kemarin HY akhirnya terbang ke Arab Saudi. Setibanya di sana, ia pun menjalani karantina selama 5 hari layaknya TKI yang mau bekerja di Arab. Namun setelah itu, HY malah menerima kenyataan pahit lantaran tak bisa berkomunikasi lagi dengan agen penyalur TKI yang ia sebut sebagai sponsor itu.

Di Arab, HY pun mengaku dibawa ke mes sebuah perusahaan di sana. Hingga kini, HY belum juga dipekerjakan dan malah terkatung-katung di Arab Saudi.

"Sudah abis karantina, saya bukan dijemput majikan malah masuk PT ini. Padahal bilangnya dapat majikan langsung, makanya aku percaya-percaya aja.
Kalau dari awal prosesnya kayak gini, aku juga gak bakal mau. Cuma sponsor saya bilangnya langsung dijemput majikan, nyampe sini malah masuk perusahaan," ucapnya.

Kini, HY berharap bisa kembali lagi ke Indonesia dan bertemu dengan keluarganya di Pandeglang. Namun, ia mengaku bingung bagaimana bisa pulang lagi ke Tanah Air. Selain tak memiliki akomodasi untuk pulang, ia juga tak mengenal siapapun selama di Arab Saudi.

"Saya mau pulang ke Indonesia, Pak. Saya bener-bener dibohongin sama sponsor. Ternyata prosesnya seperti ini masuk penampungan. Makan telat seadanya, minum juga pake air keran. Saya mau pulang pak, tolong," pungkasnya.

(mso/bbn)