Harga Kedelai Impor Terus Naik, Perajin Tahu di Sumedang Kian Terjepit

Nur Azis - detikNews
Rabu, 26 Jan 2022 13:03 WIB
Kacang kedelai impor
Kacang kedelai impor (Foto: Nur Azis/detikcom)
Sumedang -

Sejumlah perajin tahu di Kabupaten Sumedang mengeluhkan harga kacang kedelai impor yang terus merangkak naik. Kondisi tersebut berimbas pada minimnya pendapatan dan pengurangan pegawai.

Hal itu dirasakan oleh Somantri, salah satu perajin tahu di Kecamatan Pamulihan. Ia menyebutkan untuk kedelai saat ini harganya telah menembus Rp 10.800 per kilogramnya. Kenaikan tersebut mulai dirasakannya sejak bulan Oktober 2021.

"Kenaikan mulai terasa pas mau memasuki awal tahun, naiknya itu seratus, seratus hingga sekarang harganya ada yang Rp10.600, Rp10.700 dan Rp10.800," ungkapnya kepada detikcom, Rabu (26/1/2022).

Ia mengatakan, sebelum terjadi pandemi COVID-19 harga kedelai hanya berkisar antara Rp 7.000 - Rp8.000. Kedelai tersebut merupakan kedelai impor dari Amerika Serikat yang didapatnya dari Agen-agen kedelai.

"Kita biasanya dapat dari agen di Cikarang dan kedelai-kedelai ini kedelai impor yang berasal dari Amerika," ucapnya.

Selain mengurangi jumlah produksi, kenaikan harga kedelai juga berimbas pada pengurangan pegawai. Kondisi tersebut diperparah dengan naiknya harga minyak goreng.

"Sekarang pendapatan sangat minim sekali, apalagi sekarang minyak juga mahal, jadinya kita terpaksa mengurangi pegawai dari yang semula setiap shiftnya 8 orang, sekarang hanya 3 orang," terangnya.

Ia berharap pemerintah dapat menurunkan harga kedelai yang saat ini masih tergantung ke negara lain atau impor.

"Sekarang stok kedelai dari biasanya 10 sampai 15 ton, sekarang paling hanya 5 ton yang ada di gudang," ujarnya.

Hal senada dirasakan oleh perajin tahu di Dusun Giriharja Desa Kebonjati Kecamatan Sumedang Utara, yakni Pepen Supendi. Ia mengeluhkan dengan harga kedelai yang terus mengalami kenaikan.

"Kenaikan yang signifikan terjadi pas sudah tahun baru, kalau sebelum tahun baru hanya sekitar Rp10.000 namun sekarang setelah tahun baru harga kedelai jadi Rp10.600 per kilogramnya," ungkapnya.

Pepen menyebutkan sebelum pandemi COVID19 melanda harga kedelai hanya sekitar Rp7.500.

"Kalau awal tahun 2020 sebelum Covid, harga kedelai malah sekitar Rp7.500 saja, setelah pandemi terus terusan naik hingga sekarang puncaknya sekarang Rp10.600," katanya.

Pepen mengaku, dalam sehari pengolahan tahu miliknya mampu mengolah kedelai sekitar 300 kilogram, untuk memenuhi kebutuhan tahu di area Conggeang, Buahdua dan sekitaran Pusat Kota Sumedang.

"Saya pakai kacang kedelai impor dari Amerika, kacang lokal sendiri stoknya jarang,"ujarnya.

Dengan kondisi seperti saat ini, ia pun tidak mampu untuk menaikan harga tahu. Pasalnya, persaingan yang semakin ketat membuatnya harus tetap menjaga pelanggan agar tidak pindah ke tempat lain.

"Kalau harga tahu dinaikan nantinya konsumen malah pindah atau cari ke tempat lain yang lebih murah," ucapnya.

Akibat kenaikan yang terjadi, ia pun mengaku pendapatannya saat ini semakin minim. Ia berharap ada perhatian lebih dari pemerintah untuk mengatasi kenaikan yang sangat dikeluhkan oleh perajin tahu.

"Semoga pemerintah bisa memperhatikan kondisi kacang kedelai saat ini, kalau terus naik, bisa-bisa bangkrut para perajin tahu," pungkasnya.

Simak Video 'Kedelai Merangkak Naik, Perajin Tahu Tempe Mengeluh':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/bbn)