Majelis Adat Murka Gegara Edy Mulyadi Pakai Iket Sunda

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 08:33 WIB
Wartawan Edy Mulyadi usai diperiksa di Bareskrim Polri.
Edy Mulyadi (Foto: Kadek Melda Luxiana/detikcom)
Bandung -

Pernyataan Edy Mulyadi yang menyebut Kalimantan tempat 'jin buang anak' memicu reaksi dari masyarakat adat Sunda. Bahkan rencananya, Edy Mulyadi juga akan dilaporkan ke Polda Jabar berkaitan dengan ucapannya itu.

Hal itu diungkapkan Pupuhu Agung Dewan Keratuan Majelis Adat Sunda Arie Mulia Subagja. Edy akan dilaporkan lantaran ucapan 'jin buang anak' itu disebut sebagai penistaan budaya.

"Ada kemungkinan akan melaporkan ke jalur hakim. Atas kasus penistaan budaya, penghinaan, dan membuat pecah belah bangsa. Ada rencana dilaporkan ke Polda Jabar, meski delik kejadiannya di mana kan, tetapi biar polisi yang mengatur apakah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya atau Mabes (Polri) itu kan ranah kepolisian," ucap Arie saat dihubungi, Kamis (27/1/2022).

Arie juga menyoroti Edy yang memakai iket Sunda saat menyampaikan pernyataan kontroversial itu. Menurut Arie, iket Sunda yang menempel di kepala Edy itu memiliki arti tersendiri sebagai simbol suku Sunda.

"Iket Sunda itu simbol dan memiliki nilai yang tidak bisa seenaknya dipakai seperti itu. Kalau sekarang dipakai jadi mode segala, apalagi ditumpangi kepentingan politik yang bagaimana Edy Mulyadi dan rekan-rekan ini kan orang antibudaya," tutur dia.

"Tiba-tiba dengan kasus Arteria seperti ini, dia (Edy Mulyadi) muncul ngomongin Ibu Kota Negara (IKN) menghinakan orang Dayak dengan kostum budaya Sunda, kan sudah kurang ajar," kata Arie menambahkan.

Lihat Video: Gerindra Solo Laporkan Edy Mulyadi Gegara Sebut Prabowo 'Macan 'Mengeong

[Gambas:Video 20detik]