Terima Restorative Justice, Agus Kini Berjuang Melawan TBC

Whisnu Pradana - detikNews
Rabu, 26 Jan 2022 18:10 WIB
Agus, warga Bandung Barat yang menerima restorative justice.
Foto: Agus, warga Bandung Barat yang menerima restorative justice (Whisnu Pradana/detikcom).
Bandung Barat -

Tak ada yang istimewa dan mencolok dari sosok Agus Mustofa, pemuda asal Kabupaten Bandung Barat yang menerima restorative justice atas kasus pencurian motor milik majikannya.

Pria 28 itu beruntung bisa diampuni sampai akhirnya menghirup udara bebas meskipun melakukan tindak kriminal setelah Kejaksaan Agung menerima pengajuan restorative justice dari Kejaksaan Negeri Cimahi melalui Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Agus tinggal bersama kedua orang tuanya di rumah panggung bercat biru yang sangat sederhana. Ibunya bekerja sebagai pemulung botol dan plastik di TPAS Sarimukti, Cipatat, Bandung Barat.

"Alhamdulillah senang bisa berkumpul lagi sama keluarga," ungkap Agus kepada detikcom saat ditemui di kediamannya, Rabu (26/1/2022).

Anak pertama pasangan Sabdi (77) dan Yayah (77) itu hanya pemuda biasa yang setiap hari bekerja di sebuah konveksi skala kecil di wilayah tempat tinggalnya demi memenuhi kebutuhan hidupnya.

Namun, beberapa waktu belakangan ia sudah tak lagi bekerja di konveksi tersebut lantaran membawa kabur motor milik majikannya. Hal itu juga lah yang membuat Agus merasakan dinginnya jeruji besi selama 2 bulan.

"Saya kerja sekitar 1,5 tahun, tapi sekarang sudah enggak (kerja) setelah kejadian itu. Ya Alhamdulillah kalau Pak Jaja (majikan Agus) memaafkan, cuma dilihat dulu saya berubah atau enggak sebelum kerja lagi," katanya.

Apesnya lagi Agus juga divonis mengidap TBC akut. Kondisi kesehatannya sempat ngedrop sampai harus dirawat di ruang ICU Rumah Sakit Sartika Asih selama menjalani masa tahanan pada akhir tahun 2021 lalu.

"Sekarang saya fokus dulu ke kesehatan. Terakhir memang dipastikan TBC akut," kata Agus.

Untuk berobat Agus saat ini sedang menunggu bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Kabarnya Agus akan menjalani perawatan dan pengobatan TBC akut yang diidapnya di Puskesmas terdekat.

"Sekarang lagi diurus-urus dulu suratnya, soalnya kan semuanya itu di kejaksaan, kemarin pulang juga cuma bawa surat pembebasan. Katanya pengobatan di puskesmas jadi enggak usah kontrol ke rumah sakit," ujar Agus.

Ia menyebut apa yang dialaminya kemarin hingga sampai membuatnya masuk penjara sebagai pembelajaran meskipun perasaannya masih kalut akibat perceraian yang dijalaninya.

"Ya kejadian kemarin biar jadi pelajaran buat saya, harus lebih baik lagi. Saya sudah minta maaf juga sama semuanya, terutama ke orangtua dan majikan saya," ucap Agus.

Sabdi, orangtua Agus berharap anaknya bisa menjalani kehidupan yang lebih baik lagi. Meskipun sebelumnya sempat tersandung masalah yang membuatnya mendekam di balik jeruji besi.

"Mudah-mudahan bisa jadi anak yang lebih baik lagi, biar yang kemarin jadi pembelajaran," kata Sabdi.

(mso/bbn)