Cerita Agus, Warga KBB Pengidap TBC yang Terima Restorative Justice

Whisnu Pradana - detikNews
Rabu, 26 Jan 2022 13:58 WIB
Agus, warga Bandung Barat yang menerima restorative justice.
Foto: Agus, warga Bandung Barat yang menerima restorative justice (Whisnu Pradana/detikcom).
Bandung Barat -

Agus Mustofa (28), warga Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kini bisa bernafas lega setelah dibebaskan dari tuntutan atas kasus pencurian motor.

Agus menghirup udara bebas setelah ia menerima restorative justice yang pemberiannya langsung disaksikan oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin di Kejati Jabar, Kota Bandung pada Selasa (25/1/2022) kemarin.

Kepada detikcom, Agus menceritakan awal mula nekat membawa kabur motor milik majikannya pada 29 November 2021 lalu. Ternyata tindakan Agus dilandasi oleh perasaan kalut usai sepekan ia dan istrinya bercerai padahal baru menikah selama dua bulan.

"Awalnya masalah keluarga. Jadi saya bawa kabur motor karena kuncinya nempel. Waktu itu juga enggak ada tujuan, akhirnya saya sampai di Bantar Gebang (Bekasi)," ungkap Agus, Rabu (26/1/2022).

Agus bukan tanpa perasaan bersalah membawa kabur motor tersebut. Namun, akhirnya ia memutuskan untuk tetap lanjut dalam pelarian dari masalah yang membuat pikirannya kalut itu. Tak terasa, sepekan sudah Agus berada di Bantar Gebang.

"Keuangan habis, akhirnya saya gadai motornya ke warung di situ dalam keadaan enggak ada surat-surat. Sekitar 8 hari di sana, akhirnya saya dijemput sama keluarga korban sekitar jam 12 malam. Motor ditebus oleh korban, setelah dibawa ke rumah saya dibawa anggota polsek (Cipatat) untuk diproses," tutur Agus.

Agus akhirnya mendekam di balik jeruji besi Polsek Cipatat. Sebulan berada di tahanan, Agus batuk-batuk tanpa henti. Hal itu kemudian membuat pihak kepolisian membawa Agus ke Puskesmas hingga rumah sakit guna mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

"Saya sempat dirawat di ICU RS Sartika Asih 5 hari, soalnya ngedrop. Sampai akhirnya saya dikasih tahu sama rumah sakit itu TBC akut," ujar Agus.

Keberuntungan menghampiri Agus. Tak berselang lama setelah ia divonis mengidap TBC akut dan menjalani masa tahanan selama dua bulan, ia dan majikannya berdamai sampai akhirnya menerima restorative justice yang diajukan oleh Kejaksaan Negeri Cimahi. Upaya itu membuahkan hasil hingga dikabulkan Kejaksaan Agung.

"Alhamdulillah saya terima restorative justice, jadi bisa kembali lagi ke keluarga. Ya saya dinasehati sama Pak Jaksa Agung jangan diulangi lagi kesalahannya kalau enggak nanti dicabut lagi (restorative justice)," tutur Agus.

Agus menginjakkan kaki di rumahnya pada Selasa (26/1/2022) malam. Ia menyebut apa yang dialaminya hingga sampai membuatnya masuk penjara sebagai pembelajaran.

"Ya kejadian kemarin biar jadi pelajaran buat saya, harus lebih baik lagi. Saya sudah minta maaf juga sama semuanya, terutama ke orangtua dan majikan saya," ucap Agus.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) mendorong restorative justice untuk perkara-perkara yang memenuhi syarat. Di awal tahun ini saja, 53 perkara diampuni lewat restorative justice.

Perkara terbaru yang diberikan restorative justice tersebut yakni kasus pencurian sepeda motor yang dilakukan oleh warga Bandung Barat Agus Mustopa (28). Restorative justice tersebut disaksikan langsung oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin.

"Hari ini (pemberian restorative justice) adalah yang ke-53 untuk Januari saja," ucap Burhanuddin di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, Jalan Riau, Kota Bandung, Selasa (25/1/2022).

(mso/bbn)