Ancaman Sesar Cimandiri, Ini 3 Daerah Paling Rawan Kerusakan di Sukabumi

Siti Fatimah - detikNews
Rabu, 26 Jan 2022 14:46 WIB
Ilustrasi Gempa Bumi di Indonesia
Ilustrasi gempa (Foto: Mindra Purnomo)
Sukabumi -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mewaspadai potensi timbulnya gempa bumi akibat pergerakan Sesar Cimandiri di Sukabumi. BPBD menyebut ada tiga daerah yang memiliki potensi kerusakan yang besar bila terjadi gempa sesar Cimandiri.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami mengatakan, status siaga darurat bencana masih berlangsung hingga 30 April 2022. Sesar Cimandiri pun menjadi titik pusat perhatian BPBD.

"Untuk Sesar Cimandiri itu sendiri memang memiliki potensi terjadinya getaran-getaran, terjadinya energi yang keluar. Kurang lebih hasil penelitian 6,7 skala richter memiliki potensi terjadinya gempa di wilayah Kota Sukabumi," kata Zul, sapaan akrabnya, Rabu (26/1/2022).

Dia mengatakan, kajian risiko bencana yang ditimbulkan dari patahan aktif itu sudah dilakukan. Hasilnya, ada beberapa rekomendasi yang harus dilakukan masyarakat, pemerintah dan pihak swasta.

"Salah satunya bagaimana kita mendorong masyarakat dan juga mendorong untuk membangun rumah yang kuat fisiknya sehingga ketika terjadinya gempa tahan terhadap gempa itu," ujarnya.

Selain itu, simulasi evakuasi bencana di beberapa lokasi akan aktif dilakukan. Pada tahun 2022, pihaknya berencana akan melakukan simulasi dengan melibatkan seluruh unsur baik itu masyarakat, pemerintah dan swasta yang ada di Kota Sukabumi.

Perihal titik lokasi yang diwaspadai, Zul mengatakan, seluruh kelurahan yang ada di Kota Sukabumi masuk dalam zona merah. Namun ada yang disebut dengan Peak ground acceleration (PGA) saat terjadi gempa.

"Titik yang kita sebut PGA, ketika terjadinya gempa maka goncangannya sangat dahsyat, memiliki potensi banyak bangunan yang rusak, itu antara lain ada di Warudoyong, Cibeureum, juga ada sebagian Citamiang," paparnya.

Dia menjelaskan, salah satu tanda-tanda adanya energi sesar yaitu ada lenteng darat atau munculnya air panas, tepatnya di wilayah Cikundul, Kabupaten Sukabumi. Selain itu, Sesar Cimandiri memiliki orientasi timur laut-barat barat daya, memanjang dan tersegmentasi dalam 5 segmen mulai dari Pelabuhan Ratu sampai Gandasoli.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat menambah pengetahuan mengenai cara menyelamatkan diri dalam kondisi darurat bercana (golden time) dengan cara memastikan posisi diri dan keluarga.

"Ketika berada di pemukiman atau gedung tinggi mereka itu harus menyelamatkan diri di kolong-kolong meja atau di tempat-tempat yang dapat terlindungi kepalanya. Lalu setelah reda, mereka lari ke tempat terbuka," kata dia.

Masyarakat juga diminta untuk menyiapkan tas siaga bencana per Kepala Keluarga (KK). Tas tersebut berisi paket kebutuhan darurat mulai dari P3K, makanan kaleng, nomor kontak, peluit, pencahayaan, dokumen-dokume penting dan lain sebagainya.

(yum/bbn)