Tangis Agus Mustofa Pecah Usai Diberi Restorative Justice

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 17:55 WIB
Agus Mustopa bersimpuh di depan ibunya usai dibebaskan dari jeratan hukum melalui restorative justice
gus Mustopa bersimpuh di depan ibunya usai dibebaskan dari jeratan hukum melalui restorative justice (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung -

Mata Agus Mustopa berkaca-kaca saat bersimpuh di kaki ibunya. Pemuda 28 tahun ini meminta maaf usai mendapatkan penghentian tuntutan melalui restorative justice yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Cimahi.

Usai surat keputusan dibacakan oleh Kepala Kejari Cimahi Rosalina Sidabariba di Kantor Kejati Jabar, Jalan Riau, Kota Bandung, Selasa (25/1/2022) pria yang jadi tersangka kasus pencurian sepeda motor itu langsung bersimpuh dilutut ibunya.

"Dihampura, Agus ulah sakali-kali deui (dimaafkan, Agus jangan sekali-kali lagi)," ujar ibu Agus.

Selain kepada ibunya, Agus juga berlutut kepada Jaja yang jadi korban pencurian sepeda motor. Jaja juga memaafkan Agus atas perbuatannya. Jaja merupakan pemilik usaha di mana Agus bekerja.

"Tong sakali-kali deui, kudu jadi parhatian sabab Abah teh nyaah ka Agus (jangan sekali-kali lagi. Harus jadi perhatian, karena Abah sayang ke Agus)," kata Jaja.

Restorative justice dilakukan Kajari Cimahi dihadapan Jaksa Agung ST Burhanuddin hingga Jampidum Fadil Zumhana. Restoratif itupun disetujui oleh Jaksa Agung dan Jampidum.

"Bahwa restorative justice terus kita jaga kualitasnya. Manfaat restorative justice buat masyarakat ini jangan diulangi lagi (meski) karena alasan ekonomi itu tidak dibenarkan. Saya minta tidak ulangi lagi, kalau ulangi saya cabut. Kita tidak mau menyidangkan walaupun kita bisa. Tapi itulah restorative justice, bisa menghentikan demi hukum. Saya selaku pimpinan di Jampidum menyetujui," kata Fadil.

Sementara itu, Jaksa Agung ST Burhanuddin ikut berbincang dengan Agus. Dia menyebut pemberian restorative justice itu didasari adanya maaf dari pihak korban.

"Gus, hari ini jejak kamu menerima suratan. Kamu kasusnya tidak lagi sebagai tersangka, kamu sudah bebas dan ingat kebebasanmu itu tidak semata-mata atas kehendak Jaksa, yang utamanya ada kata maaf, dimaafkan oleh Pak Jaja, utamanya kamu harus berterima kasih kepada Pak Jaja karena dilepaskan dari segala tuntutan," kata Burhanuddin.

Burhanuddin juga mengingatkan agar Agus tak mengulangi lagi perbuatannya. Dia mengingatkan kasus pencurian ini akan mencoreng jejak Agus.

"Untuk kamu gus, ingat tindak pidana ini tidak hanya mencoreng jejakmu, tapi mencoreng orang tuamu, anakmu, istrimu kalau ada, bapakmu itu akan malu 'oh Agus yang dulu maling sepeda motor' saya hanya mengingatkan saja gus. 'Cik dipikiran mun berbuat naon-naon teh' (coba dipikirin kalau mau berbuat apa-apa tuh)," katanya.

Selanjutnya, berawal dari pertikaian dengan pasangan