Labkesda Ungkap Penyebab Keracunan Massal di Lebak

Fathul Rizkoh - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 16:33 WIB
Korban Keracunan Makanan di Lebak
Korban keracunan makanan mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Cijaku, Kabupaten Lebak. (Foto: istimewa)
Lebak -

Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Lebak mengungkap penyebab ratusan orang keracunan di Desa Sukamaju, Kecamatan Cijaku, Lebak. Dari hasil laboratorium diketahui makanan menjadi penyebab utama dalam peristiwa keracunan massal yang terjadi pada Jumat (21/2).

Kepala Labkesda Lebak Agung Nugraha mengatakan pihaknya telah menguji mikroba sampel makanan. Dari lima sampel makanan yang diperiksa itu terdeteksi dua bakteri.

"Empat makanan terdeteksi bakteri. Itu (makanan) telor rebus positif Salmonella. Ayam goreng, tempe goreng, kambing gulai positif Escherichia Coli (E.Coli). Kalau mi goreng, hasilnya negatif," ujar Agung kepada detikcom melalui sambungan telepon, Selasa (25/1/2022).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Agung, makanan sudah terkontaminasi oleh bakteri. Sehingga menimbulkan gejala bagi yang menyantapnya.

"Karena kurang higienis. Jadi menimbulkan diare, mual, pusing," ucap Agung.

Sekadar diketahui, sebanyak 172 orang mengalami keracunan makanan usai menyantap makanan dari selamatan salah satu pengusaha di daerah itu. Warga merasakan mual, diare dan pusing

Para korban keracunan harus dilarikan ke Puskesmas Cijaku dan harus menjalani rawat inap maupun rawat jalan. Tiga orang di antaranya harus dirujuk ke RSUD Malingping lantaran mempunyai penyakit penyerta.

Polisi Turun Tangan

Polres Lebak turun tangan menyelidiki peristiwa keracunan massal di Desa Sukamaju, Kecamatan Cijaku, Lebak. Akibat peristiwa itu, 172 oang harus dibawa ke Puskesmas Cijaku.

"Sementara masih kita dalami. Pemeriksaan masih berlanjut," ujar Kasatreskrim Polres Lebak AKP Indik Rusmono, Selasa (25/1/2022).

Indik belum bisa menyimpulkan apakah ada atau tidak pelanggan hukum pada peristiwa ini. Pihaknya masih meminta keterangan dari para saksi.

"Nanti beres semua pemeriksaan baru bisa kita sampaikan. Ada saksi yang masih belum sehat," ucap Indik.

(bbn/mso)