Cerita Murid SD di Pelosok Sukabumi: Lewati Habitat Buaya untuk Bersekolah

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 23:04 WIB
Saltwater crocodiles are known to inhabit the area around Australias Lake Placid, but attacks are relatively rare SAEED KHAN AFP/File
Foto: SAEED KHAN/AFP/File
Sukabumi -

70 murid SDN Ciloma di Kabupaten Sukabumi harus menumpang perahu kayu yang lewat untuk pulang pergi ke sekolah. Pasalnya, Sungai Cikaso menjadi satu-satunya akses menuju sekolah yang berada di kampung Ciloma Desa Cibitung.

Perjalanan mereka juga tak mudah, selain fasilitas perahu kayu yang tak tersedia kapan saja. Habitat buaya di aliran Sungai Cikaso juga memberikan ancaman sendiri bagi murid-murid sekolah yang tiap hari harus berangkat menyeberangi sungai tersebut.

Melihat fenomena itu, Jabar Quick Response (JQR) pun tergerak untuk memberi perahu antar jemput bagi murid SDN Ciloma. Ketua JQR Bambang Trenggono mengatakan, sebelumnya SDN Ciloma ini jarang mendapatkan perhatian, sebab akses dan jarak yang sangat jauh.

Bambang mengatakan, JQR yang dibentuk oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil berupaya agar seluruh warga Jabar merasakan hasil dan kinerja pemerintahan, tak terkecuali bagi daerah-daerah terluar di Jawa Barat.

"Kang Emil (panggilan Ridwan Kamil) berusaha sekuat tenaga ingin mewujudkan semua harapan warganya khususnya kebutuhan kebutuhan primer atau dasar, Kang Emil mengatakan warga Jabar yang jauh jaraknya ini harus jadi prioritas, agar diperlakukan seadil-adilnya, "kata Bambang dalam keterangan yang diterima detikcom, Senin (24/1/2022).

Perahu kayu menyusuri Sungai Cikaso SukabumiPerahu kayu menyusuri Sungai Cikaso Sukabumi Foto: istimewa JQR

Koordinator operasional JQR, Irvan Hilmy mengatakan, sekolah ini terletak di pinggir Sungai Cikaso ke arah muara Laut Kidul. Perjalanan dari dermaga Cikaso sekitar 1 jam perjalanan dengan menggunakan perahu mesin atau sampan.

Sedangkan para siswa siswi yang bersekolah di SD Ciloma mayoritas menyeberang Sungai Cikaso pulang pergi dikarenakan letak sekolah SD Ciloma berseberangan dengan tempat tinggal mereka.

Irvan mengatakan, SDN Ciloma belum memiliki alat transportasi khusus untuk para muridnya. Sehingga, murid-murid harus rela kesiangan seraya menunggu datangnya perahu kayu yang akan pergi dengan tujuan searah.

"Tidak jarang siswa pun sering kesiangan. Siswa yang berasal dari Desa Sumberjaya (seberang sekolah) pun juga harus menyebrangi menggunakan perahu warga,"ujar Irvan.

Menurut Irvan, JQR segera merespons setelah menerima laporan dari masyarakat dengan melaksanakan proses survey. Memastikan kebenaran informasi sekaligus menggali data kebutuhan di lokasi. Dari hasil survey itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menginstruksikan JQR untuk memberikan bantuan perahu antar jemput untuk para murid di SDN Ciloma.

Perahu ini, dikatakan Irvan, merupakan hasil kerjasama antara JQR dan WeCare.id. Saat perahu bertenaga mesin tersebut hampir rampung dan siap digunakan. Perahu tersebut juga nantinya, tak hanya digunakan untuk antar jemput murid, tetpai juga bisa diberdayakan untuk menangkap hasil tangkapan sungai lainnya.

Kepala Sekolah SDN Ciloma Usep Ruswanda mengatakan, sangat berterimakasih atas bantuan perahu tersebut. dirinya bercerita jika sekolah tempat dirinya mengabdi dibangun pada tahun 1984. SDN Ciloma menampung siswa dari Desa Sumberjaya Kecamatan Tegalbuleud dan Desa Cibitung.

Dengan segala keterbatasan dirinya bersama 3 guru honorer tetap menjaga semangat untuk mengajar. Setiap hari dirinya juga menggunakan perahu untuk menuju sekolah dari kediamannya. "Sekitar 40 menit sampai sejam perjalanan, bolak balik setiap hari,"ujarnya.

(yum/bbn)