Diduga Geng Motor, 2 Remaja Babak Belur Dihajar Warga di Tasikmalaya

Faizal Amiruddin - detikNews
Minggu, 23 Jan 2022 10:49 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Foto: Ilustrasi pengeroyokan (dok detikcom)
Tasikmalaya -

Dua remaja yang diduga geng motor menjadi bulan-bulanan kekesalan warga di kawasan Jagal, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Remaja berinisial Fad (14) dan Rad (15), warga Kota Banjar, babak belur akibat dihajar warga.

Informasi yang dihimpun kejadian itu berlangsung Sabtu (22/1) malam, pukul 23.00 WIB. Awalnya ada puluhan konvoi sepeda motor yang melintas di kawasan tersebut. Perilaku puluhan pengendara itu memancing kekesalan warga. Selain menguasai badan jalan dan bermanuver zig-zag.

Aksi mereka menimbulkan kebisingan dan mengganggu ketentraman warga. Akhirnya warga bereaksi dengan cara membubarkan rombongan tersebut. Beberapa dari pengendara itu malah memprovokasi sehingga warga emosi. Melihat warga marah, mereka melarikan diri.

Dari puluhan sepeda motor yang kabur, dua orang diringkus warga. Bogem mentah bertubi-tubi mendarat di tubuh dua remaja tersebut.

"Dua remaja itu mengalami luka lebam di wajahnya. Sudah dibawa ke rumah sakit," kata Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kurniawan, Minggu (23/1/2022).

Dia menjelaskan aksi main hakim sendiri itu diawali oleh konvoi puluhan sepeda motor yang mengusik ketentraman warga. "Beruntung bisa segera kita antisipasi, sehingga kedua remaja itu bisa diselamatkan," ujar Aszhari.

Aszhari mengaku khawatir, sebab belum lama ini terjadi kasus serupa di wilayah Tamansari yang mengakibatkan seorang remaja tewas dikeroyok karena dianggap geng motor. "Perilaku geng motor memang meresahkan. Namun kami mengingatkan agar warga jangan main hakim sendiri. Antisipasi geng motor dengan cara-cara yang tidak melanggar hukum," tuturnya.

Polisi terus berupaya mengatasi persoalan geng motor ini dengan berbagai cara. "Tentu masalah geng motor ini bukan hanya tanggung jawab polisi, masyarakat khususnya para orang tua juga harus mengawasi," kata Aszhari menegaskan.

(bbn/bbn)