Tiga Kecamatan di Kota Bandung Nihil Kasus COVID-19

Wisma Putra - detikNews
Minggu, 23 Jan 2022 09:53 WIB
Virus Omicron di Indonesia Belum Terdeteksi, Ini Langkah Pencegahan Pemerintah
Ilustrasi virus Corona (Ilustrator: Edi Wahyono/detikcom)
Bandung -

Kasus positif aktif COVID-19 di Kota Bandung kembali mengalami kenaikan. Angka kasus positif aktif tembus di angka 130 kasus.

Dari 30 kecamatan di Kota Bandung, kasus positif aktif tersebar di 27 kecamatan. Tercatat tiga kecamatan lainnya nihil kasus.

Dari informasi yang dihimpun detikcom di laman Pusat Informasi COVID-19 (Pusicov) Kota Bandung yang ditayangkan terakhir, Sabtu (22/1), angka positif aktif COVID-19 mencapai 130 kasus, bertambah 30 kasus dari sehari sebelumnya.

Pasien terkonfirmasi sembuh mencapai 42.168 bertambah 6 orang dari sehari sebelumnya. Pasien meninggal dunia masih di angka 1.424.

Kecamatan Buahbatu (14), Rancasari (12), Sukasari (11), Arcamanik (9), Lengkong (8), Sumur Bandung (7), Sukajadi (7), Cibiru (7), Regol (6), Bandung Kidul (6), Cibeunying Kaler (6) Antapani (6), Batununggal (5), Babakan Ciparay (5), Ciblong (5), Bandung Kulon (5). Kecamatan Mandalajati (3), Cicendo (3), Cidadap (3), Bojongloa Kidul (2), Bandung Wetan (2), Andir (1), Ujungberung (1), Gedebage (1), Astanaanyar (1), Cibeunying Kidul (1) dan Kiaracondong (1).

Kecamatan yang nihil kasus COVID-19 yaitu Panyileukan, Bojongloa Kaler dan Cinambo. Sekadar diketahui, Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan enam kasus Omricron ditemukan di Kota Bandung. Penyebaran virus varian baru ini terjadi karena transmisi lokal.

"Memang ternyata enam kasus yang ditemukan transmisi lokal, bukan transmisi perjalanan. Jadi membuktikan, bahwa Omricon sudah ada (di Kota Bandung)," kata Yana, Kamis (20/1/).

Yana mengimbau kepada warga Kota Bandung untuk waspada karena virus COVID-19 terus bermutasi. "Virus cenderung bermutasi, proses penyebarannya konon lebih cepat, jadi kuncinya protokol kesehatan," tutur Yana.

(wip/bbn)