Bocah di Sukabumi Meninggal Sepekan Pascavaksinasi, Ini Kronologinya

Syahdan Alamsyah, Siti Fatimah - detikNews
Jumat, 21 Jan 2022 21:27 WIB
Ilustrasi Vaksinasi
Ilustrasi vaksinasi (Foto: Dok. Shutterstock)
Sukabumi -

Muhammad Dalvin Alfian (11) asal Sukabumi meninggal dunia setelah hampir sepekan mendapatkan vaksin COVID-19 jenis Sinovac. Pemerintah Kabupaten Sukabumi memberikan penjelasan terkait meninggalnya anak tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman mengatakan, dilihat secara kronologis anak yang bersangkutan mendapatkan vaksin pada Sabtu (15/1/2022) siang. Kemudian demam ringan pada sore harinya.

"Hari Senin (17/1) yang bersangkutan masih tetap sekolah. Tetapi dari sekolah oleh gurunya diantar pulang karena posisi anak sudah panas badannya. Oleh karena itu hari Selasa (18/1) anak tersebut di bawa ke RS. Di RS itulah ya mungkin saya baru ada kabar juga yang bersangkutan meninggal dunia," kata Ade di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Jumat (21/1/2022).

Lebih lanjut, saat ditanya mengenai kemungkinan adanya KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) Ade menjawab masih dalam penyelidikan tim KIPI. Di dalamnya, kata dia, melibatkan tim KIPI Jawa Barat dan nasional.

"Sebetulnya, penyelidikan dari Dinkes ini masih bukan dari Dinkes sendiri. Karena ada timnya, tim ini ada tim daerah bersamaan dengan provinsi dan tim dari nasional. Sampai saat ini masih belum keluar ya, kita nanti evaluasi saja secara keseluruhan hasilnya bagaimana," paparnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi, Rika Mutiara menambahkan, kondisi siswa tersebut sempat membaik pada Kamis (20/1) kemarin. Akan tetapi, kembali menurun dengan tingkat trombosit rendah.

"Pada saat dijenguk bapak Kabid, itu anaknya sudah bisa berkomunikasi, ditanya nama sudah ingetlah jadi sudah ada perbaikan, waktu itu hari Kamis. Data yang ada di rumah sakit iya ada penurunan trombosit," kata Rika.

Dia juga menegaskan, sebelum meninggal tidak ada tindakan medis seperti operasi dan lain-lain. "Jadi pada saat sebelum meninggal tidak dilakukan apa-apa. Maksudnya waktu itu tidak ada operasi sebelum meninggal karena memang sebelumnya sudah terlihat perbaikan," sambungnya.

Menindaklanjuti terkait penyelidikan KIPI, pihaknya dijadwalkan akan melakukan diskusi dengan tim KIPI Komda dan Nasional pada malam ini. Adapun yang akan dibahas dari mulai perjalanan vaksin dan keterangan berbagai pihak.

"Nanti malam kita zoom Komda Dinkes ya, Komda dan Komnas. Itu berarti audit ya, untuk berdiskusi semua dari sumber dokter dan perjalanan vaksin semua kita diskusikan.

Lihat juga video 'Momen Adul Bocah yang Viral Digendong Jokowi Jalani Vaksinasi Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya penjelasan KOMDA KIPI Sukabumi