Wacana Honorer Dihapus 2023, Pemkab Pangandaran: Kita Ikuti Pusat

Aldi Nur Fadilah - detikNews
Jumat, 21 Jan 2022 21:07 WIB
Honorer Dihapus
Foto: Honorer Dihapus (M Fakhry Arrizal/detikcom)
Pangandaran -

Wacana penghapusan tenaga honorer atau non PNS di instansi pemerintahan direncanakan selesai tahun 2023 oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB).

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pangandaran Dani Hamdan menanggapi penghapusan tenaga honorer di instansi pemerintahan.

"Ya pada dasarnya kita itu tentu mengikuti apa yang menjadi ketentuan sesuai regulasi yang akan disampaikan pemerintah pusat," kata Dani saat dihubungi detikcom, Jumat (21/1/2022).

Ke depan kata Dani sesuai yang disampaikan Menpan-RB,, bakalan ada dua kategori yang mengisi pekerjaan di instansi pemerintahan. "Nanti hanya ada Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK)," ucap Dani.

Pihaknya menyebut sekarang ini sedang dalam pembahasan pada level pengambilan kebijakan. "Kan petunjuk lebih teknis tentang itu belum ada, kita lihat nanti. Saya tidak mau mendahului pimpinan karena hal ini harus melalui pembahasan secara mendalam," kata Dani.

Ia juga mengatakan bahwa ketentuannya sudah tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen dalam hal ini pegawai non-PNS di instansi pemerintahan yang akan berakhir sampai 2023.

Selain itu, pekerja yang bakalan memiliki nasib sama seperti satpam, cleaning service dan lainnya akan diganti tenaga daya outsourcing atau tenaga ahli.

Setahun yang lalu Pemkab Pangandaran sempat ada pemangkasan tenaga honorer, karena beban kerja tidak sesuai dengan gaji yang dibayarkan dan carut marut anggaran pada waktu itu yang mengalami recoufusing akibat pandemi COVID-19.

"Respon penghapusan tenaga honorer dari berbagai pihak pada waktu itu ramai, karena memang beban APBD tenaga non-PNS saat itu cukup besar dari 4.400 honorer, sebanyak 1.200 diberhentikan," ucapnya.

Lihat juga video 'Nadiem Tegas Perjuangkan Guru Honorer dalam Seleksi Guru PPPK':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/bbn)