Vaksinasi 75 Persen, Dinkes Sumedang: Kami Penuhi Standar Turun ke PPKM Level I

Nur Azis - detikNews
Jumat, 21 Jan 2022 20:29 WIB
Pamekasan Satu-satunya PPKM Level 3 di Jawa Bali, Ini Aturan yang Berlaku
Foto: Edi Wahyono/detikcom
Sumedang -

Pemkab Sumedang terus menggenjot vaksinasi COVID-19 di tengah ancaman varian baru Omicron. Angka pencapaian vaksinasi terakhir diklaim memenuhi standar untuk turun ke PPKM level I.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumedang per Jumat (21/1/2022), tercatat total vaksinasi dosis I telah mencapai 75,91 persen dan vaksinasi dosis II telah mencapai 66,44 persen dari total sasaran 923.200 orang.

Dari jumlah itu, vaksinasi lansia dosis I telah mencapai 60,02 persen dan vaksinasi anak-anak dosis I telah mencapai 78,90 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Sumedang Dadang Sulaeman mengatakan, Kabupaten Sumedang telah memenuhi standar untuk turun menjadi PPKM Level I jika melihat data capaian vaksinasi hingga hari ini.

"Jika mengacu pada data hari ini kita tinggal menunggu penentuan leveling dari tingkat nasional dan provinsi untuk turun ke PPKM level I," ungkap Dadang kepada detikcom, Jumat (21/1/2022).

Dadang memaparkan, dalam menghadapi ancaman omicron, Pemkab Sumedang bersama Forkopimda belum lama ini telah menggelar rapat koordinasi.

"Sebagaimana yang telah diutarakan oleh Menteri Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan ancaman omicron mau tidak mau harus dihadapi namun begitu tidak perlu panik dan tetap menjaga kewaspadaan," paparnya.

Dadang menuturkan jika melihat dari gejala dan tingkat kematian khususnya di DKI Jakarta maka sejauh ini belum tercatat ada yang meninggal akibat omicron. Kendati demikian, masyarakat diharapkan tetap waspada dan menjaga protokol kesehatan (prokes).

"Omicron untuk penyebarannya cepat dengan menyerang saluran pernapasan bagian atas sebagian besarnya tapi untuk sampai meninggal dunia itu sangat rendah bahkan belum ada bahkan tidak ada," ucapnya.

Dadang menyebutkan, sejauh ini untuk di Kabupaten Sumedang sendiri belum terdeteksi adanya temuan kasus omicron. Bahkan dalam sepekan terakhir, Kabupaten Sumedang pernah berstatus zero Covid-19 atau tidak ditemukan kasus aktif Covid-19.

Kasus Covid-19, kata Dadang, baru terdeteksi kembali pada satu orang kemarin. Namun demikian, satu orang itu setelah diperiksa tidak menunjukan adanya tanda-tanda gejala omicron.

"Setelah kita lakukan tracing kepada 10 sampai 15 orang tidak ditemukan ada yang positif, karena kalau omicron saat ditracing biasanya yang positifnya banyak, ini tidak ada, mudah-mudahan tidak ada di Kabupaten Sumedang," paparnya.

Dadang memaparkan, pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah dan upaya dalam menghadapi ancaman omicron sebagaimana hasil koordinasi bersama Forkopimda. Salah satunya menyiapkan ruangan isolasi baik di rumah sakit atau pun di tempat pelayanan-pelayanan kesehatan.

"Ruang isolasi kita siapkan seperti di tiga rumah sakit, puskesmas atau jika ada permasalahan yang lebih besar lagi akan kita siapkan tempat isolasi yang terpusat," ungkapnya.

Dadang berharap badai omicron tidak sampai terjadi di Sumedang lantaran pihaknya terus berupaya menggenjot vaksinasi terutama saat ini dengan menyasar lansia dan anak-anak.

"Menurut informasi kejadian omicron ini banyak terjadi pada lansia dan anak-anak, dan anak-anak sekarang sedang vaksin terus dan lansia sudah lebih dari 60 persen dan tiap hari lansia terus kita optimalkan," pungkasnya.

Simak juga video 'Nocebo, Efek Samping yang Dirasakan Usai Vaksin Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



(ern/ern)