Omicron Terdeteksi di Jabar, Cimahi Waspadai Warga dari Luar Negeri

Muhammad Iqbal - detikNews
Kamis, 13 Jan 2022 15:12 WIB
Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana
Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana (Foto: Muhammad Iqbal/detikcom)
Cimahi -

Kasus penularan COVID-19 varian Omicron mulai terdeteksi di Jawa Barat. Pemkot Cimahi pun menyiagakan satuan tugas hingga tingkat RW agar mewaspadai pendatang dari luar negeri.

Sejauh ini tercatat ada delapan warga Jabar yang terinfeksi COVID-19 varian Omicron yang disebabkan penularan lokal. Sementara ada belasan warga ber-KTP Jabar sedang dikarantina di Wisma Atlet, Jakarta, usai pulang dari luar negeri.

"Ini sudah kita sampaikan untuk Kota Cimahi sendiri, ke satgas tingkat kecamatan, kelurahan dan RW supaya mewaspadai pendatang, khususnya dari luar negeri," ucap Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana usai meninjau vaksinasi anak di SDN Melong Mandiri 3, Kota Cimahi, Kamis (13/1/2022).

Menurut Ngatiyana, warga yang pulang dari luar negeri diharuskan melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Isolasi pun akan dipantau langsung oleh satgas pemerintah setempat.

"Oleh sebab itu, bagi ada yang umroh, isolasi dulu lah selama 4 hari atau seminggu di rumah masing masing tapi kita jaga. Mudah mudahan tidak terjadi peningkatan," tuturnya.

Selain itu, Pemkot Cimahi pun terus mendorong proses vaksinasi, khususnya mereka yang belum sama sekali divaksinasi. Setelah itu selesai, pemerintah baru akan fokus melakukan vaksin booster kepada lansia dan kategori rentan.

"Satu satunya untuk menghadapi Omicron, hanya adalah vaksin. Vaksin laksanakan, Omicron tidak masuk kepada kita," katanya.

"Masyarakat tidak usah panik dan takut, Omicron sudah masuk ke Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Tapi ini tidak separah varian delta, memang cepat penularannya, tapi sembuh dua atau tiga hari juga. Tetap gunakan masker dengan 3 T-nya," ujar Ngatiyana menambahkan.

Vaksinasi bagi anak usia 6 - 11 tahun terus digenjot menjelang pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen. Sebanyak seribu anak ditargetkan melakukan vaksinasi setiap harinya.

"Alhamdulillah dari target 47 ribu, per hari kemarin sudah 26 ribu lebih. Hari ini target sekitar 10 ribu. Semoga tanggal 17 sudah bisa PTM 100 persen," kata Ngatiyana.

(bbn/mso)