Ketua DPRD Karawang Dukung Arteria Dahlan Dipecat: Bikin Sakit Warga Sunda

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Jumat, 21 Jan 2022 16:42 WIB
Ketua DPRD Pendi Anwar (kemeja kotak-kotak) berada di atas mobil komando dan didesak massa aksi untuk berbicara terkait Arteria Dahlan.
Ketua DPRD Pendi Anwar (kemeja kotak-kotak) berada di atas mobil komando dan didesak massa aksi untuk berbicara terkait Arteria Dahlan. (Foto: Yuda Febrian Silitonga/detikcom)
Karawang -

Ketua DPRD Karawang Pendi Anwar mendukung pemecatan anggota DPR RI Arteria Dahlan. Hal tersebut disampaikannya di depan para pengunjuk rasa yang terhimpun dalam Gerakan Sunda Karawang Ngalawan di depan Kantor DPRD Karawang.

"Saya orang Sunda, sebagai wakil rakyat saya juga mendukung agar Arteria Dahlan dipecat karena telah membuat sakit (hati) seluruh warga sunda," ucap Pendi saat didesak oleh massa aksi untuk memberikan tanggapannya, Jum'at (21/1/2022).

Dalam aksi juga, penanggung jawab aksi Nace Permana mengatakan, perkataan kontroversial Arteria menyinggung masyarakat Sunda.

"Arteria Dahlan menyampaikan seakan-akan bahasa Sunda adalah disamakan teroris yang tidak boleh dipakai di lingkungan-lingkungan rapat. Maka kami menyampaikan apa yang disampaikan oleh Arteria Dahlan adalah kejahatan yang berpotensi mempecah belah suku bangsa, ingat tidak ada Indonesia tanpa ada orang Sunda," ujar Nace dalam orasinya di atas mobil komando.

Ia menilai masyarakat Sunda bukan hanya sekedar suku, tetapi juga merupakan bagian dari Republik Indonesia.

"Maka tangkap, pecat dan penjarakan Arteria Dahlan," kata Nace yang disambut teriakan massa aksi.

Pantauan detikcom, ratusan warga Sunda dari Karawang dengan iket khasnya itu membawa spanduk dengan tulisan "PAW Arteria Dahlan" dan "Save Kajati Jabar". Gelombang orasi yang memprotes Arteria Dahlan terus dikumandangkan.

Selain itu, terlihat puluhan personel keamanan dari TNI dan Polri berjaga di balik pintu gerbang kantor DPRD Karawang. Hingga berita ini ditulis, pihak DPRD Karawang belum datang menghampiri massa yang berunjuk rasa.

Simak video 'Arteria Dipolisikan, Arteria Minta Maaf':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/bbn)