Geruduk Kantor DPRD Karawang, Massa Aksi: Penjarakan Arteria Dahlan!

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Jumat, 21 Jan 2022 15:04 WIB
Ratusan warga yang terhimpun dalam Gerakan Sunda Karawang Ngalawan berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Karawang, Jumat (21/1/2022).
Ratusan warga yang terhimpun dalam Gerakan Sunda Karawang Ngalawan berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Karawang, Jumat (21/1/2022) (.Foto: Yuda Febrian Silitonga/detikcom)
Karawang -

Ratusan warga yang terhimpun dalam Gerakan Sunda Karawang Ngalawan berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Karawang, Jumat (21/1/2022). Massa aksi menuntut agar Arteria Dahlan dipenjarakan karena dinilai memecah belah persatuan bangsa.

Penanggung jawab aksi Nace Permana mengatakan, perkataan kontroversial Arteria menyinggung masyarakat Sunda.

"Arteria Dahlan menyampaikan seakan-akan bahasa Sunda adalah disamakan teroris yang tidak boleh dipakai di lingkungan-lingkungan rapat. Maka kami menyampaikan apa yang disampaikan oleh Arteria Dahlan adalah kejahatan yang berpotensi mempecah belah suku bangsa, ingat tidak ada Indonesia tanpa ada orang Sunda," ujar Nace dalam orasinya di atas mobil komando.

Ia menilai masyarakat Sunda bukan hanya sekedar suku, tetapi juga merupakan bagian dari Republik Indonesia.

"Maka tangkap, pecat dan penjarakan Arteria Dahlan," kata Nace yang disambut teriakan massa aksi.

Pantauan detikcom, ratusan warga Sunda dari Karawang dengan iket khasnya itu membawa spanduk dengan tulisan "PAW Arteria Dahlan" dan "Save Kajati Jabar". Gelombang orasi yang memprotes Arteria Dahlan terus dikumandangkan.

Selain itu, terlihat puluhan personel keamanan dari TNI dan Polri berjaga di balik pintu gerbang kantor DPRD Karawang. Hingga berita ini ditulis, pihak DPRD Karawang belum datang menghampiri massa yang berunjuk rasa.

Arteria Meminta Maaf

Arteria sudah meminta maaf. Permohonan maafnya itu dilakukan usai klarifikasi dengan DPP PDIP.

"Saya dengan sungguh-sungguh menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat, khususnya masyarakat Sunda, atas pernyataan saya beberapa waktu lalu," ujar Arteria usai memberikan klarifikasi kepada PDIP, Kamis (20/1/2022).

Klarifikasi dan permintaan maaf Arteria disampaikannya saat diterima oleh Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dan Ketua DPP PDI Perjuangan, Komarudin Watubun.

"Saya menyerahkan sepenuhnya kepada DPP partai. Sebagai kader partai saya siap menerima sanksi yang diberikan partai. Saya belajar dari persoalan ini, dan terima kasih atas seluruh kritik yang diberikan ke saya, pastinya akan menjadi masukan bagi saya untuk berbuat lebih baik lagi," kata Arteria.

(yum/bbn)