Puluhan Orang Geruduk Kantor Koperasi Bogor Tuntut Pengembalian Uang Rp 8,6 T

M. Sholihin - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 19:38 WIB
Puluhan orang demo di depan kantor sebuah koperasi di Bogor.
Foto: Puluhan orang demo di depan kantor sebuah koperasi di Bogor (M. Sholihin/detikcom).
Bogor -

Puluhan anggota Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama (KSPSB) melakukan aksi di sekitar kantor pusat Koperasi Sejahtera Bersama di Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Kamis (20/1/2022). Mereka menuntut pihak KSPSB segera mengembalikan uang nasabah yang nilainya mencapai Rp 8,6 triliun.

Dalam orasinya, perwakilan nasabah meminta pihak KSPSB segera melakukan pengembalian uang milik 151 ribu anggota koperasi yang jumlahnya lebih dari Rp 8,6 triliun.

"Menurut putusan PKPU yang menjadi korban itu lebih dari 54 ribu anggota, itu kemudian tagihan yang harus dia (KSPSB) bayarkan adalah Rp 8,6 triliun. Nah Rp 8,6 triliun ini adalah jumlah yang diwakilkan oleh 54 ribu anggota itu. Artinya lebih banyak lagi, lebih dari Rp 8,6 triliun, kalau semua anggota didata," kata Irwansyah, salah satu anggota KSPSB Cabang Cempaka Putih, Jakarta Pusat ketika ditemui di lokasi, Kamis (20/1/2022).

"Kalau jumlah seluruh anggota yang terdaftar secara resmi itu ada 151 ribu orang. Jadi yang masuk di PKPU itu hanya 54 ribu anggota, dari 54 ribu anggota itu jatuh tagihannya adalah Rp 8,6 triliun," tambahnya.

Uang setiap nasabah yang harus dikembalikan koperasi simpan pinjam itu jumlahnya beragam. Bob, salah satu nasabah Kantor Cabang Bogor mengaku uangnya dan milik ayahnya yang disetor sejak 2014 mencapai Rp 13,5 Milyar. Uang tersebut, hingga kini belum dikembalikan pihak koperasi.

"Saya, Rp 13,5 M. Tandai muka saya, kasih tahu sama Jokowi, saya rakyat (uang saya) Rp 13,5 M kehilangan uang saya dan uang bapak saya. Sekarang clearing Rp 3,5 M dari hutang, kami minta Rp 3,5 M dari Rp 13,5 M. Kami sudah berhenti mengemis, diusir sama bodyguard-bodyguard dia (KSPSB)," kata Bob di lokasi.

"Ayah saya mulai gabung sejak 2014, saya gabung 2017. Uang saya Rp 2,5 Milyar uang ayah saya Rp 11,5 M. Sejak 2020 uang sudah tidak bisa diambil, sudah nggak ada duit," kata Bob menambahkan.

Pantauan di lokasi, puluhan anggota KSPSB melakukan aksinya di Jalan Lodaya atau di depan gedung eks Hotel Pangrango, sekitar 50 meter dari kantor Koperasi Sejahtera Bersama di Jalan Pajajaran Kota Bogor.

Aksi puluhan nasabah yang datang dari Jabodetabek, Cirebon, Subang, Sukabumi, Banten dan Tegal ini dijaga puluhan anggota Polresta Bogor. Di lokasi, nampak puluhan nasabah membentangkan spanduk dan poster dengan beragam tulisan.

"Tuntutannya adalah, kembalikan uang anggota penyimpan, dimana banyak yag sudah sakit, sudah meninggal, dan ini sudah masuk dalam skema homogelasi, tetapi tidak pernah terealisasi, tidak pernah, ingat itu. Segera lakukan investigasi oleh akuntan publik independen yang ditunjuk oleh perwakilan anggota KSPSB, bukan ditunjuk oleh pemerintah," sebut Irwansyah ketika ditanyai tuntutan aksinya.

"Ketiga, libatkan perwakilan anggota dalam Satgas Kemenkop dan menolak Yudi Wibisana terlibat. Keempat, penegak hukum segera bekerjasama dengan PPATK untuk ungkap aliran dana sebesar Rp 8,6 triliun. Itu tututan kami," ujarnya.

(mso/mso)