Gadis Difabel Korban Perkosaan di Serang Dapat Pendampingan Psikologi

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 17:06 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Serang -

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan KB (DP3AKB) Banten memberikan pendampingan kepada perempuan difabel korban perkosaan asal Kota Serang. Kondisi korban yang hamil juga akan terus dipantau untuk keselamatannya.

"Sekarang dalam kondisi hamil sehingga harus dijaga kesehatan janin itu sendiri dan kita masuk di psikologis juga di pemenuhan haknya. Ini juga kita pastikan dengan UPTD Kota Serang untuk bagaimana korban kasus ini selamat dan dia terpenuhi hak-haknya," kata Kadis DP3AKB Banten Siti Ma'ani Nina di Serang, Kamis (20/1/2022).

DP3AKB sudah memerintahkan UPTD di Serang serta dinas terkait Pemkot Serang agar terus koordinasi memantau perkembangan korban. Termasuk dengan aparat penegak hukum untuk pemenuhan hak-hak korban.

"Dan terkait dengan penanganan korban dalam hal ini memang pendampingan jadi hal utama bagi kami karena hak-haknya harus juga terpenuhi," ujarnya.

Saat ini, korban memang ditangani pendampingannya oleh Pemkot Serang. DP3AKB Banten terus melihat perkembangan bagaimana rasa keadilan dan hak-haknya bisa dipenuhi.

"Semoga keadilan tetap bisa ditegakkan, pemenuhan hak perempuan diterima dan bagaimana keamanan dan kenyamanan bisa ditegakkan sehingga tidak ada kasus seperti ini lagi," ujarnya.

Korban juga, katanya akan dibawa ke rumah aman untuk perlindungan. Jika ada hal-hal yang dibutuhkan misalnya soal pemenuhan hak agar bisa segera diatasi.

"UPTD Kota Serang sudah melakukan hal tersebut, ini tidak diinformasikan jelas karena di rumah aman," ujarnya.

Polres Serang Kota telah memutuskan untuk meninjau kembali pembebasan tersangka EJ (39) dan S (46) pelaku pemerkosaan perempuan difabel di Serang. Polisi membantah membebaskan dua tersangka tapi hanya menangguhkan penahanan karena ada pencabutan laporan.

"Pelaku ini ditangguhkan dengan alasan penyidik bahwa pelapor membuat pencabutan laporan dan ada musyawarah. Perkaranya, saya sebagai Kasat Reskrim baru, saya akan mengecek dan meneliti dan akan koordinasi dengan JPU untuk perkara ini," kata Kasat Reskrim AKP David Adhi Kusuma pada Rabu (19/1) kemarin.

(bri/mso)