BPS Sebut Hampir Separuh Warga Lebak Tak Lulus SMP, Disdik Beri Bantahan

Fathul Rizkoh - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 16:16 WIB
Siswa-siswi mengikuti ujian nasional di SMP Negeri 1 Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (22/4). Sebanyak 3.717.498 siswa SMP/MTs seluruh Indonesia serentak menjalankan Ujian Nasional (UN) mulai hari ini. File/detikFoto.
Ilustrasi siswa belajar (Foto: Agung Pambudhy)
Lebak -

Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak membantah banyak warga Lebak tak lulus SMP. Disdik mengklaim, banyak warga Lebak yang bergelar sarjana.

Kepala Disdik Kabupaten Lebak Wawan Ruswandi mengatakan, warga Lebak yang bergelar sarjana tidak menetap di Lebak. Sehingga populasi yang disurvei hanya warga yang menetap di Lebak.

"Betul banyak yang lulusan SMP tapi itu beberapa tahun lalu. Hasil koordinasi kami, kalau lihat data dirata-ratakan pendidikan tinggi ada di luar kabupaten," katanya kepada detikcom, Kamis (20/1/2022).

Kata Wawan, hal ini terjadi lantaran lapangan pekerjaan di luar daerah lebih menjanjikan. Oleh karena itu, warga Lebak yang menetap yang menjadi populasi survei.

Selain itu, kata Wawan, masyarakat adat Baduy pasti menjadi sampel. Sementara masyarakat adat Baduy diketahui tidak bersekolah.

"Hitungan BPS betul, karena yang dihitung penduduk usia 25 tahun ke atas, yang berpendidikan tinggi adanya di luar Lebak. Jadi yang tersurvei itu yang pendidikan rendah,"ujarnya.

Ketika disinggung terkait sarana dan prasarana pendidikan, Wawan mengaku bukan faktor yang sangat mempengaruhi tingkat pendidikan di Lebak. Ia mengklaim, akses pendidikan di Lebak sudah baik dan layak.

"Akses kita sudah cukup banyak, kita selalu mendekatkan akses SD, SMP, SMA bagi warga. Yang jauh kita upayakan pendidikan informal," paparnya.

Perihal Perda No. 3 Tahun 2019 tentang Pendidikan, dirinya pun mengaku telah menjalankan dengan baik. Termasuk mengajak warga untuk wajib sekolah 9 tahun.

Dirinya yakin dalam 5 tahun ke depan tingkat rata-rata lama sekolah di Lebak akan terus meningkat. Hal ini dilandasi oleh daerah Kecamatan Maja yang akan dipadati penduduk dari luar daerah.

"Tempat tinggal di Maja kan sudah banyak. Ini akan berpengaruh. Perkembangan Lebak akan cukup cepat. Diharapkan banyak lapangan pekerjaan di sana jadi warga Lebak yang lulusan tinggi (S1) bisa menetap. Sehingga ketika di data, angkanya akan meningkat," tandasnya.

Sebelumnya, Pengamat Kebijakan Publik dan Politik di Lebak, Harits Hijrah Wicaksana menyoroti rata-rata lama pendidikan di Kabupaten Lebak. Menurut Harits, Pemkab Lebak tidak menjalankan Perda No. 3 Tahun 2019 tentang Pendidikan.

"Padahal kebijakannya sudah ada (perda). Di salah satu pasal disebutkan, mewajibkan belajar selama 9 tahun. Tapi, sampai saat ini tidak ada evaluasi terkait penyelenggaraan perda," Kata Harits.

Untuk diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lebak merilis Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Lebak tahun 2021. Dari data tersebut, diketahui penduduk Lebak paling banyak lulusan SD yaitu 46,51 persen. Disusul lulusan SMP sebanyak 19,78 persen, kemudian lulusan SMA sebanyak 13,99 persen.

(yum/bbn)