Disorot Kejari Sukabumi, Segini Harga Elpiji 3 Kg di Warung Eceran

Syahdan Alamsyah - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 10:21 WIB
Pekerja tengah menurunkan gas LPG 3 Kilogram di kawasan Jakarta Selatan, Senin (3/1/2021). Skema distribusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) bersubsidi akan diubah oleh pemerintah mulai tahun ini. Perubahan ini dilakukan karena selama ini distribusi LPG 3 kg dinilai tidak tepat sasaran.
Foto: Ilustrasi (Grandyos Zafna).
Sukabumi -

Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi membidik pelaku usaha yang menjual gas elpiji 3 kilogram di atas harga eceran tertinggi (HET). Saat ini HET gas elpiji 3 Kg adalah Rp 16 ribu.

detikcom kemudian menelusuri ke sejumlah konsumen tabung gas melon tersebut. Hasilnya harga eceran tabung bertuliskan untuk masyarakat miskin itu melambung hingga Rp 25 ribu. Harga itu nyaris merata di sejumlah tempat.

"Biasa beli Rp 25 ribu, dari warung dekat rumah," kata Risa, warga Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi kepada detikcom, Kamis (20/1/2022).

Risa mengaku tidak tahu dari mana warung di sekitar rumahnya mendapatkan gas elpiji. Namun, beberapa kali ia sempat melihat di warung langganannya itu ada pengiriman tabung gas menggunakan kendaraan pick up.

"Sering dikirim menggunakan pick up, beberapa kali nurunin tabung gas. Saya enggak nanya-nanya juga, soal harga Rp 25 ribu itu memang merata di sini," ungkapnya.

Harga serupa juga ditemukan detikcom di wilayah Kecamatan Cikakak. Rata-rata gas elpiji 3 Kg dijual Rp 25 ribu. "Harganya biasa Rp 25 ribu kalau beli, kalau langsung ke pangkalan juga harga bisa variatif kadang ada yang jual Rp 20 ribu, ada yang jual Rp 17 ribu sampai Rp 18 ribu," kata Diwan, warga Cikakak.

Sementara itu di Kecamatan Cibadak, harga jual gas di tingkat eceran berbeda-beda. Kondisi itu ditentukan oleh jarak antara warung dengan pangkalan gas resmi di daerah tersebut.

"Harganya ada yang Rp 22 ribu, ada juga yang Rp 21 ribu. Kalau di eceran sekitar Rp 17 ribu sampai Rp 18 ribuan," kata Suhendi warga Cibadak.

Suhendi mengaku pernah bertanya soal pemicu harga yang berbeda. Dia menyebut berbedanya harga dipengaruhi dengan operasional pengangkutan atau pengantaran.

"Rata-rata ada yang satu tabungnya itu dinaikkan Rp 2 ribu, karena untuk biaya operasional angkutan. Karena pengiriman menggunakan kendaraan pick up, mungkin begitu ya makanya harga tabung gas jadi bervariasi tergantung jarak antar," ungkap Suhendi.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi membidik penjual elpiji tiga kilogram untuk masyarakat miskin yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Saat ini lembaga Adhyaksa tersebut masih menyelidiki dan memeriksa sejumlah oknum agen yang menjual elpiji dengan harga mahal.

Kasi intelijen Kejari Kabupaten Sukabumi, Aditia Sulaeman mengatakan pihaknya menerima pengaduan dari masyarakat soal harga elpiji 3 kilogram yang dijual dengan harga Rp 18 ribu dan Rp 19 ribu. Aditia menyebut ada harga elpiji yang dijual di atas Rp 20 ribu.

"HET elpiji tiga kilogram itu Rp 16 ribu, kemarin itu pangkalan yang ada yang menjual Rp 18 ribu sampai Rp 19 ribu malahan di pangkalan lain ada yang jual antara Rp 20 ribu sampai Rp 21 ribu," kata Aditia kepada detikcom, Rabu (19/1/2022).

(sya/mso)