Arteria Dahlan Minta Kajati Bicara Sunda Diganti, Praktisi: Dia Tak Paham UU

Siti Fatimah - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 21:08 WIB
Anggota DPR Arteria Dahlan memaparkan pandangannya terkait polemik UU KPK dalam diskusi Mengukur Sepak Terjang KPK di Jakarta. Begini ekspresinya.
Foto: Arteria Dahlan (Ari Saputra/detikcom).
Sukabumi -

Pernyataan kontroversi Politisi PDIP Arteria Dahlan yang meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin mengganti Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) yang bicara bahasa Sunda saat rapat memantik kritikan dari berbagai pihak.

Salah satunya dari Praktisi Budaya Kota Sukabumi sekaligus Pengurus Museum Prabu Siliwangi Muhammad Fajar Laksana. Dia menilai, pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Arteria tidak paham mengenai Undang-undang.

"Kalau pejabat yang mengkritik bahasa daerah maka dia tidak paham Undang-undang, Undang-undang kenegaraan dan peraturan di negara ini bahwa budaya daerah itu menjadi salah satu kekayaan budaya bahasa di Indonesia," kata dia di Ponpes ModernDzikir Al-Fath, KotaSukabumi, Rabu (19/1/2022).

Sejatinya, kata dia, bahasa daerah merupakan bentuk kearifan lokal dan karakter bangsa. Oleh sebab itu, menurutnya apabila ada pejabat yang mempersoalkan penggunaan bahasa daerah (Sunda) patut dipertanyakan semangat kenegaraan dan kebangsaannya.

"Bahasa dae/rah ini menjadi bahasa yang menunjang dari pada kearifan lokal dan juga karakter suatu bangsa. Kalau ada yang mengkritik soal budaya dan bahasa daerah berarti orang itu diragukan juga kenegaraannya, kebangsaannya. Pertanyaannya apakah betul dia itu bangsa Indonesia atau bukan," ujarnya.

Selain itu, dia juga menilai pernyataan Arteria melenceng dari kultur budaya yang dimiliki Indonesia. Dia mengatakan, sebaiknya Arteria Dahlan mengkoreksi diri sendiri sebelum menyatakan hal tersebut.

"Buat kita sebagai masyarakat hanya menyampaikan silahkan mengoreksi dirinya sendiri, silahkan muhasabah sendiri. Pertanyaan saya apakah dia betul orang Indonesia atau bukan? Karena bahasa Indonesia sendiri lahir dari bahasa-bahasa daerah itu sendiri," pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris KNPI Jabar Januriadi menilai pernyataan Arteria Dahlan tidak tepat. Pasalnya keragaman bahasa menjadi salah satu kekayaan Indonesia.

"Saudara Arteria Dahlan tidak perlu dan sudah keliru merespons hal tersebut dengan cara meminta Kejaksaan Agung mencopot Kejati. Karena salah satu kekayaan Indonesia adalah kekayaan ragam bahasa," kata Januriadi.

Pria yang akrab disapa Adie ini menuturkan, penting dan perlu kita memaknai kembali arti dari Sumpah Pemuda. Terutama pada poin ketiga yaitu berbahasa satu, bahasa Indonesia.

"Kami meminta saudara Arteria Dahlan untuk mengklarifikasi, mencabut pernyataannya, dan meminta maaf kepada masyarakat secara luas atas pernyataannya yang membuat kegaduhan, khususnya pada masyarakat Sunda," tegasnya.

Sekedar informasi, saat rapat kerja bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin, Senin (17/1), Arteria meminta jajaran Kejaksaan Agung bersikap profesional dalam bekerja.

Arteria lantas menyinggung seorang kepala kejaksaan tinggi yang menggunakan bahasa Sunda ketika rapat kerja. Dia meminta Jaksa Agung (JA) ST Burhanuddin memecat kajati tersebut.

"Ada kritik sedikit, Pak JA. Ada kajati yang dalam rapat dan dalam raker itu ngomong pakai bahasa Sunda, ganti, Pak, itu," katanya.

Simak juga video 'TB Hasanuddin: Ucapan Arteria Soal 'Kajati Bicara Sunda' Tak Wakili Partai':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)