Round-Up

Gaung Masyarakat Sunda Tuntut Arteria Dahlan Minta Maaf

tim detikcom - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 07:23 WIB
Anggota DPR Arteria Dahlan memaparkan pandangannya terkait polemik UU KPK dalam diskusi Mengukur Sepak Terjang KPK di Jakarta. Begini ekspresinya.
Arteria Dahlan (sebelah kiri) (Foto: Ari Saputra)
Bandung -

Pernyataan kontroversi Arteria Dahlan yang meminta Kajati dicopot gegara berbahasa Sunda berbuntut panjang. Masyarakat Sunda khususnya di Jawa Barat mendesak agar anggota DPR RI itu meminta maaf.

Desakan itu muncul dari sejumlah kelompok masyarakat hingga individu. Pernyataan Arteria dinilai telah menyakiti perasaan masyarakat suku Sunda.

"Tentunya kami sangat menyesalkan adanya ucapan itu. Sebagai pejabat publik, tidak pantas berbicara seperti itu apalagi bisa menyakiti perasaan masyarakat," ucap Koordinator Forum Peduli Bandung Kandar Karnawan kepada detikcom, Rabu (19/1/2022).

Kandar menuturkan amat wajar bila dalam suatu forum pejabat publik menggunakan bahasa daerah. Bahkan Presiden sekalipun selalu menggunakan salam dengan bahasa daerah di setiap awal pidatonya.

"Apa yang salah dengan bahasa Sunda? Toh ini suatu kewajaran. Kalaupun merasa terganggu, tinggal diberitahu dengan baik-baik, tak perlu sampai meminta copot jabatan. Apa hubungannya?," tutur dia.

Kandar menyebut pernyataan Arteria tersebut bisa memicu terganggunya kondusifitas. Oleh karena itu, pihaknya mendesak agar Arteria meminta maaf atas ucapannya itu.

"Kami meminta agar yang bersangkutan meminta maaf khusunya ke masyarakat Sunda. Minta maaf saja secara terbuka," katanya.

Desakan agar Arteria meminta maaf juga diungkapkan kelompok masyarakat Angkatan Muda Siliwangi (AMS). Mereka meminta agar Arteria meminta maaf.

"Kami sebagai bagian dari masyarakat Sunda dan Jawa Barat meminta kepada saudara Arteria Dahlan untuk meminta maaf kepada masyarakat Sunda atas ucapannya. Secara Ksatria, berikan contoh layaknya seorang politisi dan pejabat publik yang baik, yang mengayomi masyarakat, bukan membuat gaduh dengan ucapan-ucapan yang membuat ketersinggungan masyarakat," ucap Ketua Umum Pengurus Pusat Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Noeri Ispandji Firman dalam keterangannya pada Selasa (18/1/2022).

Ridwan Kamil juga Desak Arteria Minta Maaf

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyesalkan sikap anggota DPR RI Arteria Dahlan yang meminta Kajati memakai Bahasa Sunda saat rapat diganti. Menurutnya pernyataan Arteria berlebihan.

"Jadi saya menyesalkan statemen dari Pak Arteria Dahlan. Masalah bahasa yang sudah ada ratusan tahun (sampai) ribuan tahun menjadi kekayaan nusantara ini, kalau tidak nyaman disampaikan, sesederhana itu," kata Ridwan Kamil usai menghadiri sebuah acara di kawasan Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (18/1/2022).

"Tapi kalau bentuknya meminta untuk diberhentikan jabatan menurut saya terlalu berlebihan. Tidak ada dasar hukum yang jelas (mengatur itu)," lanjut dia.

Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, menyebut banyak masyarakat Sunda yang tersinggung atas sikap Arteria Dahlan. Karena itu Kang Emil meminta Arteria Dahlan meminta maaf.

"Jadi saya mengimbau Arteria Dahlan sebaiknya meminta maaf kepada masyarakat Sunda di nusantara ini. Tapi kalau tidak dilakukan, pasti akan bereskalasi, karena sebenarnya orang Sunda itu pemaaf. Jadi saya berharap (permintaan maaf) itu dilakukan," ujarnya.

Kelompok masyarakat Sunda meminta agar Arteria meminta maaf atas ucapannya itu.

"Kami sebagai bagian dari masyarakat Sunda dan Jawa Barat meminta kepada saudara Arteria Dahlan untuk meminta maaf kepada masyarakat Sunda atas ucapannya. Secara Ksatria, berikan contoh layaknya seorang politisi dan pejabat publik yang baik, yang mengayomi masyarakat, bukan membuat gaduh dengan ucapan-ucapan yang membuat ketersinggungan masyarakat," ucap Ketua Umum Pengurus Pusat Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Noeri Ispandji Firman dalam keterangannya, Selasa (18/1/2022).

Noeri menuturkan pernyataan Arteria tersebut jelas menyakiti perasaan masyarakat Sunda. Terlebih, kata dia, selama ini masyarakat di Jawa Barat menghargai nilai-nilai budaya.

"Jangan lupa di wilayah Jawa Barat banyak para pejabat publik yang berasal di luar suku Sunda yang suka menggunakan bahasa daerahnya. Tetapi oleh masyarakat Sunda selalu dihormati sebagai bentuk menghargai budaya masing-masing," tuturnya.

Dia menilai ucapan Arteria tersebut tak mencerminkan sebagaimana pejabat publik. Menurut dia, seharusnya Arteria menghargai setiap perbedaan.

"Kami sebagai bagian dari masyarakat Sunda terusik dan merasa terhina dengan pernyataan Arteria Dahlan yang tidak menghargai nilai budaya bangsa. Padahal seorang Arteria Dahlan dibesarkan oleh Partai PDIP yang mengedepankan nilai persatuan dan menghargai perbedaan budaya dan bangsa," ujarnya.

Akademisi Universitas Pasundan: Arteria di Luar Kendali

Akademisi dari Universitas Pasundan Bandung Thomas Bustomi menilai sikap Arteria Dahlan itu di luar kontrol. "Arteria out of control," kata Thomas.

Dia menambahkan bahwa bahasa Indonesia itu banyak yang berasal dari bahasa daerah di tanah air. "Bahasa Indonesia itu tinggi serapan katanya dari berbagai bahasa daerah," kata Thomas.

Thomas mengaku menyesalkan sikap anggota DPR tersebut dan menurutnya perlu mendapat teguran. "Sebaiknya patut mendapat kartu kuning orang yang sombong ini," kata Thomas.

Simak Video: Ridwan Kamil Tuntut Arteria Minta Maaf ke Masyarakat Sunda

[Gambas:Video 20detik]



(yum/bbn)