Simak! Ini Tanda-tanda Gempa Berpotensi Tsunami di Selat Sunda

Rifat Alhamidi - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 18:04 WIB
Gempa 17 Januari 2022 pagi tadi mengguncang Banten, Jawa Barat. Gempa tersebut dikonfirmasi oleh BMKG bermagnitudo 5.4.
Ilustrasi gempa (Foto: Getty Images/iStockphoto/Petrovich9)
Pandeglang -

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut adanya potensi gempa sebesar 8,7 magnitudo (M) di Selat Sunda, Banten. BMKG pun menyebutkan ciri-ciri yang menandai gempa berkekuatan besar ini terjadi dan bisa memicu tsunami setinggi 19 hingga 21 meter tersebut. Lantas, apa saja tandanya?

"Ciri gempa yang berpotensi tsunami itu (kita merasakan pusing, tidak bisa berdiri, sempoyongan dan mual. Nah itu adalah ciri-ciri yang bisa kita rasakan apabila terjadi gempa yang umumnya berpotensi tsunami," kata Koordinator Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Klas I Tangerang Urip Setiyono saat ditemui di Pandeglang, Banten, Selasa (18/1/2022).

Selain pertanda alamiah ini, ciri yang lainnya yaitu jaringan listrik dan saluran telekomunikasi akan mati seketika usai gempa ini terjadi. Urip pun menyarankan warga segera menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman jika guncangan berkekuatan besar dirasakan warga.

"Karena kalau sudah guncangan gempa 8,7 pasti listrik mati, saluran telekomunikasi juga mati. Dengan merasakan seperti itu, setelah reda gempanya, langsung tidak mikir-mikir lagi, langsung evakuasi mandiri tanpa lagi lihat HP nyari-nyari peringatan dini, tidak perlu. Langsung saja lari menuju tempat evakuasi," terangnya.

Urip menyatakan, BMKG memang masih belum mampu memprediksi secara presisi kapan gempa itu terjadi. Tapi berdasarkan hitungan permodelan para ahli pada tim pusat gempa nasional di Bandung, gempa ini bisa memicu tsunami setinggi 19-21 meter yang dampaknya terasa hingga ke daerah Lampung.

Alasannya, karena lempengan Selat Sunda sudah lama tidak terjadi gempa besar. Kondisi itu kata Urip, berbeda dengan lempengan di zona lain seperti di Pangandaran, Jawa Barat dan Bengkulu yang sudah terjadi gempa besar.

"Kita tidak bisa memprediksi megathrust kapan terjadinya, karena ciri-ciri gempa sama saja seperti gempa pada umumnya. Tapi memang potensinya ada karena yang di zona ini titik kekosongan gempa, istilahnya tempat sunyi gempa. Ini makanya kenapa para ahli menentukan asumsi itu (Potensi megathrust 8,7 yang memicu tsunami)," katanya.

"Jadi jangan dicampuradukan antara prediksi dan potensi, potensi itu ada peluangnya. Tapi tepat terjadinya kapan itu kita tidak tahu, tapi memang tempatnya itu kurang lebih ada di situ (Selat Sunda)," tuturnya menambahkan.

Lihat juga video 'Pemerintah Prioritaskan Perbaiki Sekolah Terdampak Gempa Banten':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/bbn)