Heboh Kabar Akan Ada Tsunami di Palabuhanratu, BMKG: Hoax

Syahdan Alamsyah - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 20:39 WIB
Ilustrasi tsunami
Foto: Ilustrasi (Thinkstock).
Sukabumi -

Pesan suara berisi peringatan akan adanya gempa susulan memicu tsunami melanda kawasan pesisir pantai selatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi beredar secara masif di aplikasi perpesanan. Isi pesan suara seorang pria tersebut meminta pemilik warung untuk pulang ke rumah karena akan adanya gempa susulan yang memicu tsunami.

"Assalamuallaikum, buat semua keluarga besar Palabuhanratu, ini barusan saya dapat warning dari BMKG mau ada gempa susulan tapi akan berdampak ke tsunami untuk pantai selatan.jadi untuk yang jualan di pinggir laut malam ini tolong untuk malam ini tidur di rumah dulu jangan di warung tolong ya semuanya kasih tau itu," demikian bunyi pesan suara tersebut seperti didengar detikcom, Senin (17/1/2022).

Menanggapi hal itu, Kepala Stasiun BMKG Bandung Teguh Rahayu mengeluarkan rilis ada beberapa poin disertakan dalam rilis tersebut termasuk pesan suara tersebut.

"Hari Jumat, 14 Januari 2022 pukul 16.05.41 WIB wilayah Selatan Banten diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 6,6. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,21° LS; 105,05° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 132 km arah Barat Daya Kota Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Banten pada kedalaman 40 km," kata Teguh dalam rilis yang diterima detikcom.

Pihak BMKG mengatakan gempa bumi susulan sampai saat ini sudah jauh menurun dengan kekuatan yang jauh lebih kecil. "Jadi jika ada yang menyatakan akan ada gempa susulan yang lebih besar serta menyebabkan tsunami adalah tidak benar", karena sampai saat ini gempabumi belum dapat diprediksi secara pasti, kapan, dimana serta berapa besar kekuatannya," ujar Teguh.

"Untuk informasi dari pesan suara yang saat ini beredar yang menyatakan akan ada gempa susulan berkekuatan besar dan menimbulkan tsunami di Palabuhan Ratu adalah berita bohong (hoax) yang disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab yang menginginkan keresahan di masyarakat. Kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya di Palabuhan Ratu dan sekitarnya dihimbau untuk tidak mempercayai berita bohong tersebut. Pastikan informasi
gempa dan peringatan dini tsunami bersumber resmi dari BMKG," sambungnya.

BMKG juga mengimbau, kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi dari sumber resmi pemerintah melalui web Stasiun Geofisika Bandung yaitu http://stageof_bandung.bmkg.go.id.

(sya/mso)