Arteria Dahlan Persoalkan Kajati Bicara Sunda, Ini Kata Budi Dalton

Wisma Putra - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 16:53 WIB
Arteria Dahlan
Arteria Dahlan (Foto: Mochamad Solehudin)
Bandung -

Budayawan Sunda Budi Setiawan Garda Pandawa atau yang karib disapa Budi Dalton angkat bicara terkait pernyataan anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP Arteria Dahlan yang mengatakan, agar Kajati yang berbicara bahasa Sunda dipecat.

"Tidak baik membuat kegaduhan, apapun nanti pembenarannya," kata Budi Dalton saat dihubungi detikcom via sambungan telepon, Selasa (18/1/2022).

Terkait statemen Arteria Dahlan, Budi Dalton juga sudah bertanya kepada TB Hasanudin terkait kronologis dari ucapan Kajati, hingga terlontarnya ucapan Arteria yang kontroversial.

"Saya juga ngobrol dengan Pak TB Hasanudin, sebenarnya ngomong apa, ngomong 'sampurasun' kata Pak TB, saya sendiri tidak ikut rapat, enggak tahu Bahasa Sunda mana yang dimaksud, apakah cuman slank di situ atau benar-benar dia Berbahasa Sunda dari awal sampai akhir," katanya.

"Saya pikir kalau hanya istilah atau logat, kulon nuwun, horas atau sampurasun saya pikir itu hal-hal yang sudah sangat wajar, harusnya yang dikritisi itu yang Berbahasa Inggris. Karena Inggris akar katanya bukan dari kita tuh," tambahnya.

Secara pribadi, Budi merasa tercederai dengan terlontarnya pernyataan tersebut. "Ya, kalau menurut saya ini sekarang udah ramai, makannya ada respon, kalau kita lihat parameternya di komen seperti apa tanggapan orang-orang, pertanyaan ini personal saya juga sedikit tercederai," ucapnya.

Ia juga menyebut, jika benar kata 'sampurasun' yang dipermasalahkan, Budi menyebut itu bukanlah masalah. Pasalnya, kata itu setara dengan salam atau tegur sapa.

"Kok cuman menyampaikan salam dalam Bahasa Sunda saya pikir itu bukan satu hal bagaimana ya, walaupun itu momennya nasional ya," ucapnya.

"Kang Dedi Mulyadi juga sampurasun kok di PBB, enggak masalah, enggak ada orang Amerika yang protes. Harusnya kita junjung tinggi perbedaan ini," kata Budi menambahkan.

Soal perbedaan suku, ras dan budaya, Budi Dalton tegaskan itu sudah selesai saat deklarasi Sumpah Pemuda.

"Saya kebetulan turut menyosialisasikaan dalam beberapa program (Kesundaan), mengenai perbedaan sudah selesai zaman Sumpah Pemuda harusnya, kalau sekarang masih ada orang yang ngomong lagi mengenai perbedaan atau suku, ras dan lain-lain saya pikir itu sudah terlambat, Sumpah Pemuda sudah menyelesaikan itu," pungkasnya.

Sebelumnya, saat rapat kerja bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin, Senin (17/1), Arteria meminta jajaran Kejaksaan Agung bersikap profesional dalam bekerja. Arteria lantas menyinggung seorang kepala kejaksaan tinggi yang menggunakan bahasa Sunda ketika rapat kerja. Dia meminta Jaksa Agung (JA) ST Burhanuddin memecat kajati tersebut.

"Ada kritik sedikit, Pak JA. Ada kajati yang dalam rapat dan dalam raker itu ngomong pakai bahasa Sunda, ganti, Pak, itu," katanya.

Arteria menyayangkan sikap kajati yang menggunakan bahasa Sunda saat rapat. Menurutnya, seharusnya kajati itu menggunakan bahasa Indonesia.

"Kita ini Indonesia, Pak. Jadi orang takut kalau ngomong pakai bahasa Sunda nanti orang takut ngomong apa dan sebagainya," ujarnya.

"Kami mohon sekali yang seperti ini dilakukan penindakan tegas," imbuh dia.

(yum/bbn)