Cianjur PPKM Level 1, PTM dan Kunjungan Wisata Tetap Dibatasi

Ismet Selamet - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 15:28 WIB
Poster
Ilustrasi PPKM (ilustrator: Edi Wahyono/detikcom)
Cianjur -

Status PPKM di Cianjur kini Level 1. Namun, Pemkab Cianjur akan tetap memberlakukan pembatasan pembelajaran tatap muka (PTM) dan kunjungan wisata untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus COVID-19, terutama varian Omicron.

Dalam Inmendagri Nomor 3 Tahun 2022 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2 dan Level 1 Corona Virus Desease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali, sebanyak 13 Kabupaten/kota di Jawa Barat masuk dalam kategori PPKM Level 1.

Daftar daerah PPKM Level 1 itu yakni Kota Sukabumi, Kota Cirebon, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Sukabumi, Purwakarta, Pangandaran, Banjar, Karawang, Kabupaten Cirebon, Cianjur, Ciamis, Subang, dan Garut. Daerah yang masih berstatus PPKM Level 2 yaitu Kuningan, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Bandung, Majalengka, Kota Tasikmalaya, Depok, Cimahi, Indramayu, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung dan Sumedang.

"Alhamdulillah, Cianjur akhirnya jadi Level 1. Sebenarnya dari minggu kemarin juga sudah Level 1, tapi karena data yang diambil di akhir Desember lalu, secara administratif kota masih Level 2. Tapi tidak apa, yang jelas sekarang sudah ditetapkan kita PPKM Level 1," ujar Bupati Cianjur Herman Suherman, Selasa (18/1/2022).

Meski sudah turun ke level 1, Herman menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan pelonggaran. Hal itu dilakukan untuk mencegah masyarakat terlalu euforia.

Menurut dia, untuk (PTM) dan kunjungan wisata tetap dibatasi hingga maksimal 75 persen dari kuota. "Kita tidak mau gegabah langsung melakukan pelonggaran. Sekolah yang siswanya di atas 300 orang tetap PTM 75 persen dan kunjungan wisata juga hanya 75 persen dari kuota. Bahkan khusus untuk Alun-alun dibatasi hanya 50 persen," tutur Herman.

Ia menambahkan hal itu dilakukan agar tidak ada lonjakan kasus, terlebih dengan munculnya varian Omicron. "Jangan sampai kita lengah sehingga Omicron masuk dan terjadi lagi lonjakan kasus di Cianjur. Kita akan pertahankan Level 1 agar ekonomi bisa bangkit lagi," ucap Herman menegaskan.

(bbn/mso)