Sempat Disorot Jokowi, Adul Ajak Anak-anak untuk Vaksinasi COVID-19

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 15:05 WIB
Adul, bocah difabel asal Sukabumi menjalani vaksinasi COVID-19.
Foto: Adul, bocah difabel asal Sukabumi menjalani vaksinasi COVID-19 (Syahdan Alamsyah/detikcom).
Sukabumi -

Masih ingat dengan Muklis Abdul Kholik alias Adul? Bocah inspiratif yang semangatnya mengenyam pendidikan meski harus merangkak sejauh 3 kilometer menuju sekolah itu, kini mengajak pelajar Sekolah Dasar (SD) seusianya untuk ikut vaksin.

Bocah penyandang disabilitas yang sempat digendong Presiden RI Joko Widodo itu kini sudah kelas VI Sekolah Dasar Negeri (SDN) 10 Cibadak. Adul terlihat semangat sekali saat akan mendapatkan vaksin dari vaksinator yang hari ini sengaja akan melakukan vaksinasi di sekolahnya.

Saat lengannya disuntik, Adul hanya memejamkan mata. Setelah itu wajahnya kembali ceria. "Enggak takut, ayo semuanya ikut vaksin biar sehat," kata Adul usai mendapatkan suntikan vaksin, Selasa (18/1/2022).

Masih seperti dulu, Adul mengungkap keinginannya untuk bersekolah lebih tinggi bahkan hingga bangku kuliah. Tidak lupa ia juga masih ingat dengan cita-citanya dahulu menjadi petugas pemadam kebakaran.

"Masih ingin terus sekolah, sampai kuliah. Cita-cita ingin menjadi pemadam kebakaran," ucapnya.

Sementara itu, Epi Mulyad, Kepala Sekolah SDN 10 Cibadak mengatakan hari ini ada 170 siswa di sekolahnya yang ikut vaksinasi. Adul, disebut Epi menjadi penyemangat siswa lainnya agar mau divaksinasi.

"Jumlah yang divaksin di SDN Cibadak 170 siswa, siswa atas nama Adul siswa yang dulu pernah viral yang ke sekolah dengan cara merangkak dan dia saat ini kelas 6 hari ini dia mengikuti vaksin," kata Epi.

Epi berharap setelah seluruh siswanya mendapatkan vaksin maka sekolahnya bisa menjalankan metode Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen.

"Harapan setelah divaksin anak-anak bisa sehat, minimal mereka bisa mencegah penularan COVID-19, harapan kami setelah divaksin anak-anak kami bisa mengikuti PTM 100 persen karena selama ini masih 50 persen," ucap Epi.

"Namun semuanya tergantung dari surat bupati, terutama dari gugus tugas penanganan COVID-19 Kabupaten Sukabumi karena yang menentukan mereka. Setelah dievaluasi dari vaksin, karena kita vaksin dua kali. Ini yang pertama nanti mungkin ada kajian lagi apakah kami bisa PTM 100 persen. Kami menunggu terutama dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi," sambung Epi.

Epi mengatakan seluruh siswanya hari ini 100 persen ikut vaksin, hal itu juga berkat dorongan dari orang tua murid.

"Alhamdulillah terbukti semua hadir orang tua mengantarkan 100 persen semua divaksin dan mengikuti vaksin hari ini," pungkasnya.

(sya/mso)