Ular Sanca 2 Meter Ditemukan Penuh Luka, Petugas Damkar Turun Tangan

Siti Fatimah - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 20:20 WIB
Ular sanca penuh luka yang dievakuasi petugas Damkar Kota Sukabumi
Ular sanca penuh luka yang dievakuasi petugas Damkar Kota Sukabumi (Foto: Siti Fatimah/detikcom)
Sukabumi -

Ular berjenis sanca batik dengan panjang dua meter dan berat lima kilogram berhasil dievakuasi oleh Damkar Kota Sukabumi. Ular tersebut ditemukan dalam keadaan mengkhawatirkan dan penuh luka di sekujur tubuhnya.

Awalnya, video penangkapan ular tersebut beredar di media sosial. Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Sukabumi, Sudrajat pun mengkonfirmasi video tersebut.

Dia mengatakan, ular itu ditangkap petugas di Kelurahan Dayeuh Luhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Adapun luka yang terjadi pada ular disebutkan bukan atas ulah masyarakat sekitar, melainkan karena perkelahian antar sejenisnya.

"Jadi ular ditemukan ada di selokan dalam kondisi mengkhawatirkan sebetulnya karena mungkin ular itu sudah bertarung dengan jenisnya tapi bukan dianiaya oleh warga, bukan. Nah ini sudah kita tangani dan kita evakuasi ke kantor ya," kata Sudrajat saat ditemui di kantornya, Jalan Yulius Usman, Nyomplong, Kota Sukabumi, Senin (17/1/2022).

Dia mengatakan, ular tersebut akan diobati dan akan dilakukan tindakan lebih lanjut setelah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Berdasarkan pantauan detikcom, Sanca Batik itu sudah diobati dengan tanaman kunyit dan dimasukkan ke dalam tempat khusus.

"Sudah diobati, kalau memang sudah layak nanti dirilis (dilepaskan) atas dasar dari BKSDA," ujarnya.

Pihaknya menyebut, selama bulan Januari ini sering melakukan penanganan terhadap temuan ular di permukiman masyarakat. Hal itu disebabkan beberapa faktor misalnya perubahan cuaca dan ular kesulitan untuk mendapatkan makanan.

"Jadi memang hampir di minggu-minggu ini, hampir di bulan awal Januari sudah beberapa kali penanganan ular khususnya dari mulai (panjang) 30 cm dan 60 sampai dengan 2 meter. Itu banyak sekali ditemukan di perumahan-perumahan warga. Sebab akibat mungkin terjadi perubahan-perubahan cuaca dan mereka juga cari makan agak sulit mungkin jadi banyak yang (masuk) ke rumah warga," kata Sudrajat.

Atas temuannya itu, masyarakat diimbau agar lebih waspada dan menjaga kebersihan lingkungannya. "Barang-barang bekas yang tidak terpakai dibuang saja atau ditimbun. Kalau rumpun-rumpun juga dibabat dibersihkan," pungkasnya.

Lihat juga video 'Damkar Jaktim Evakuasi Ular Sanca yang Terjebak di Atas Pohon':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/bbn)