Mensos Risma Usulkan Warga Pesisir Pandeglang Direlokasi ke Dataran Tinggi

Rifat Alhamidi - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 19:43 WIB
Mensos Risma meninjau perkampungan terdampak gempa Banten di Desa Tamanjaya, Kecamatan Sumur, Pandeglang.
Mensos Risma meninjau perkampungan terdampak gempa Banten di Desa Tamanjaya, Kecamatan Sumur, Pandeglang. (Foto: Rifat Alhamidi/detikcom)
Pandeglang -

Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma meninjau permukiman penduduk yang terdampak gempa Banten 6,6 M di Desa Tamanjaya, Kecamatan Sumur, Pandeglang. Di sana, ia mengusulkan agar rumah-rumah warga di sana bisa direlokasi ke dataran yang lebih tinggi untuk mencegah potensi gempa dan bencana tsunami.

Usulan Risma itu disampaikan setelah melihat sejumlah rumah penduduk yang hancur diguncang gempa Banten. Ia mengaku kaget ternyata rumah warga di desa ini hanya berjarak sekitar 30-50 meter dari bibir pantai.

"Udah enggak bisa, harus direlokasi. Jaraknya ini dari pantai hanya 50 meter, padahal ndak boleh itu," kata Risma di Sumur, Pandeglang, Senin (17/1/2022).

Usulan ini juga muncul setelah ia mendapatkan data-data pendukung mitigasi bencana di wilayah tersebut. Setelah Risma pelajari, ternyata hanya ada tempat pengungsian dari desa itu yang berjarak 18 kilometer ketika terjadinya bencana gempa atau tsunami.

"Makanya tadi saya bicarakan dengan bupati, bagaimana mitigasi warga. Pak camat menyampaikan ada pengungsian, tapi 18 kilometer (jaraknya), kan ndak mungkin itu," ungkapnya.

"Terus saya sampaikan itu ada bukit terdekat, nah kenapa enggak ke situ. Akhirnya sepakat oke kita pake jalur itu, setelah itu kita akan siapkan untuk lumbung sosialnya karena saat warga mengungsi di situ tidak takut lagi untuk kelaparan," ucap Risma menambahkan.

Opsi ini pun menurut pengakuan Risma, diperkuat dengan prediksi BMKG soal potensi gempa dan tsunami yang akan terjadi begitu kuat di wilayah pesisir selatan Pandeglang. Hanya, Risma mengaku belum begitu memahami soal prediksi BMKG itu lantaran belum pernah mengeceknya secara langsung ke lapangan.

"Saya sebetulnya sudah mendapat informasi dari Bu Dwikorita (Kepala BMKG) tentang potensi gempa dan tsunami di Indonesia, nah salah satunya itu Bu Dwikorita menyampaikan ada kekhawatiran (potensi) itu di tempat ini (prediksinya). Tapi saya enggak terlalu yakin, begitu kejadian gempa kemarin dan hari ini saya cek langsung, saya yakin mungkin daerah yang dimaksud BMKG itu ada di sini," tuturnya.

Usai memastikannya, Risma mengatakan akan berkoordinasi dengan BMKG untuk menguatkan data tersebut. Usulannya mengenai relokasi rumah penduduk di sana pun akan disampaikan secara mendalam, walaupun ia tak menampik tantangan yang akan muncul nantinya tak akan semudah seperti sekarang.

"Kita harus lakukan kajian, tapi ya saya sampaikan ke bu bupati memang enggak enak. Saya pun pasti sepakat, siapa yang seneng, tapi inilah kenyataan yang harus kita hadapi," ujarnya.

"Saya sampaikan, yang penting kita berusaha. Oke mungkin sebulan majunya satu langkah, dua bulan dua langkah, oke, pokoknya kita mengangkat terus supaya some day kita ketemu titik bahwa masyarakat terima kemudian pemerintah juga bisa menyiapkan hal tersebut," pungkasnya.

(yum/bbn)