Ini Alasan Polisi Bebaskan Pemerkosa Gadis Keterbelakangan Mental di Serang

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 19:22 WIB
poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Serang -

Kasatreskrim Polres Serang Kota AKP David Adhi Kusuma mengungkapkan pembebasan dua tersangka inisial EJ (39) dan S (46), pemerkosa gadis keterbelakangan mental karena ada pencabutan laporan. Menurutnya kasus tersebut sudah diselesaikan secara musyawarah.

"Jadi dari pihak pelapor sudah membuat pencabutan laporan sehingga kita panggil lagi kita undang mereka ternyata sudah membuat musyawarah sehingga penyidik melakukan penangguhan," kata David kepada wartawan di Serang, Senin (17/1/2022).

Dari situ, pihak penyidik katanya melakukan penghentian penyelidikan. "Karena ada pencabutan laporan dasarnya dari pihak pelapor," ujarnya.

detikcom sempat mencoba melakukan klarifikasi mencari kebenaran apakah tersangka dibebaskan polisi. Namun, tersangka sudah tidak tinggal di kampung sejak ada kasus itu.

Berdasarkan keterangan warga setempat, mereka sudah mendengar bahwa kedua tersangka dibebaskan. Warga cerita, korban adalah gadis dengan keterbelakangan mental.

Selama ini, korban tinggal dengan tersangka EJ yang juga pamannya. Korban selama ini juga diurus oleh istri tersangka.

"Tinggal sama pamannya, diurus sama istrinya. Si E itu kan pamannya," kata warga yang tidak mau menyebutkan namanya.

Sebelumnya, pelapor bernama Dayat membenarkan adanya pencabutan laporan. Alasan yang disampaikan adalah soal kemanusiaan dan itikad pelaku yang mau menikahi korban.

"Kemanusiaan, karena tetangga juga. Saya minta saya ucapkan ke tersangka, wajib menikahi. Karena ini si korban kan sudah hamil. Artinya mau tidak mau harus dinikahi. Saya tidak mau ada satu bulan, satu dua tahun cerai, saya nggak mau," kata Dayat melalui sambungan telepon ke wartawan.

Kesepakatan pencabutan laporan dilakukan dengan musyawarah dengan keluarga korban. Khusus tersangka S mengaku berjanji akan bertanggung jawab. Jika kemudian melanggar kesepakatan, pelaporan katanya akan dilanjutkan.

"Kalau perkara ini berlanjut jangan salahkan kita kalau artinya berlanjut," ujarnya.

(bri/mso)