2 Pemerkosa Gadis Keterbelakangan Mental di Serang Dibebaskan

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 19:13 WIB
Ilustrasi Pembunuhan Pemerkosaan
Foto: Ilustrasi (Ilustrator Mindra Purnomo).
Serang -

Dua tersangka inisial EJ (39) dan S (46), pelaku pemerkosa gadis berusia 21 dengan keterbelakangan mental dibebaskan oleh kepolisian Polres Serang Kota. Dasarnya, laporan pemerkosaan itu dicabut oleh pihak pelapor.

Kasus pemerkosaan pada gadis malang itu terjadi pada November 2021. Para tersangka pun sudah pernah ditahan di Mapolres Serang Kota. Kedua tersangka adalah paman dan tetangga dari korban yang tinggal di Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Beberapa hari lalu, para tersangka kemudian dibebaskan dari tahanan.

Informasi dibebaskannya dua orang itu dibenarkan oleh pelapor bernama Dayat yang mencabut laporan. Alasan yang disampaikan adalah soal kemanusiaan dan itikad pelaku yang mau menikahi korban.

"Kemanusiaan, karena tetangga juga. Saya minta saya ucapkan ke tersangka, wajib menikahi. Karena ini si korban kan sudah hamil. Artinya mau tidak mau harus dinikahi. Saya tidak mau ada satu bulan, satu dua tahun cerai, saya nggak mau," kata Dayat melalui sambungan telepon ke wartawan, Serang, Senin (17/1/2022).

Kesepakatan pencabutan laporan dilakukan secara musyawarah dengan keluarga korban. Khusus tersangka S mengaku berjanji akan bertanggung jawab. Jika kemudian melanggar kesepakatan, pelaporan katanya akan dilanjutkan.

"Kalau perkara ini berlanjut jangan salahkan kita kalau artinya berlanjut," ujarnya.

Dayat menyebut bahwa tersangka EJ sebagai paman korban, disebutnya tidak sempat melakukan pemerkosaan. Dar pengakuan EJ, hanya melepas baju korban tidak sampai memperkosanya.

"Keluarga tersangka juga artinya anak-anaknya saya prihatin juga, ada permintan korban dengan musyawarah, ya sudah kita sama-sama menerima saja," katanya.

Dikonfirmasi di Mapolres Serang Kota, Kasatreskrim AKP David Adhi Kusuma membenarkan ada pencabutan laporan mengenai kasus pemerkosaan. Antara berbagai pihak, katanya sudah melakukan musyawarah.

"Jadi dari pihak pelapor sudah mencabut laporan, sehingga kita panggil lagi kita undang mereka ternyata sudah musyawarah," kata David.

(bri/mso)