BPBD: Waspada Gelombang Tinggi di Pesisir Selatan Cianjur

- detikNews
Senin, 17 Jan 2022 15:40 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur menetapkan status waspada gelombang tinggi di pantai selatan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur menetapkan status waspada gelombang tinggi di pantai selatan (Foto: Ismet Slamet/detikcom)
Cianjur -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur menetapkan status waspada gelombang tinggi di pantai selatan hingga akhir Januari. Hal itu dikarenakan curah hujan tinggi.

Seketaris BPBD Kabupaten Cianjur, Rudi Labis, mengatakan, berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, puncak curah hujan di sebagian besar wilayah Cianjur, akan terjadi hingga akhir Januari, sehingga berdampak terjadinya berbagai bencana alam termasuk gelombang tinggi di pantai selatan Cianjur.

"Kami sudah menetapkan status siaga bencana sejak akhir tahun lalu, sesuai dengan surat pemberitahuan dari BMKG. Khusus untuk kawasan pantai, kita tetapkan status waspada gelombang tinggi," ujarnya, Senin (17/1/2022).

Menurutnya dengan penetapan status waspada tersebut, masyarakat diharapkan bisa lebih waspada. Selain itu wisatawan juga diminta untuk tidak berenang terlalu tengah.

Rudi menambahkan, pihaknya juga menyiagakan relawan di setiap destinasi wisata pantai untuk mencegah wisatawan atau warga tenggelam.

"Petugas BPBD dan relawan kita siagakan, mengingat belum lama ini juga ada wisatawan yang tenggelam akibat terseret ombak. Jadi kita juga minta supaya semua pihak, baik warga ataupun wisatawan tetap waspada," ungkapnya.

Tak hanya antisipasi bencana akibat gelombang tinggi, Rudi menuturkan pihaknya juga telah melakukan pelatihan dan penanganan bencana di sejumlah kecamatan di wilayah utara hingga selatan Cianjur.

Ribuan Relawan Tangguh Bencana (Retana) di seluruh wilayah Cianjur pun disiagakan untuk melakukan pengawasan dan pelaporan serta melakukan tindakan evakuasi warga, saat melihat tanda alam akan terjadinya bencana.

"Retana kita siagakan di masing-masing desa, termasuk di pesisir selatan Cianjur, untuk mengawasi setiap wilayahnya yang rawan terjadi bencana, mulai dari longsor, banjir, pergerakan tanah dan gelombang tinggi. Mereka diminta berkoordinasi dengan Forkopimcam," pungkasnya.

(Ismet Slamet/bbn)