Dua Pejabat SMAN 22 Bandung Kerja Sama Pungut Duit Ortu Siswa Mutasi

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 13:05 WIB
Poster
Ilustrasi pungli (Foto: Edi Wahyono)
Bandung -

Dugaan praktik pungutan liar (Pungli) mutasi siswa yang berlangsung di SMAN 22 Bandung terungkap oleh tim Saber Pungli Jawa Barat. Duit puluhan juta rupiah melenggang akibat kerja sama oknum pejabat sekolah.

"Jelas (ada kerja sama)," ucap Kabid Data dan Informasi Satgas Saber Pungli Jabar Yudi Ahadiat saat dihubungi, Senin (17/1/2022).

Dua pejabat tersebut yakni Wakasek berinisial ER dan Kepala Sekolah berinisial H. Keduanya diduga memuluskan masuknya uang puluhan juta.

Yudi menjelaskan kasus ini terungkap dari adanya pengaduan orang tua siswa ke Satgas Saber Pungli Jabar berkaitan pungli mutasi siswa dari luar Bandung. Adapun laporan tersebut dilakukan dalam tahun ajaran 2021.

"Kita on the spot ke sekolah, melakukan pemeriksaan. Setelah dilakukan (pemeriksaan) terbukti ada pungutan yang dilakukan oleh ER atas sepengetahuan dan diketahui Kepala sekolahnya, H," katanya.

Dalam pemeriksaan awal, kata Yudi, tim mendapati uang yang jumlahnya Rp 30 juta. Uang tersebut diduga merupakan hasil pungli kepada orang tua siswa.

"Setelah diperiksa ada uang diamankan Rp 30 juta," kata dia.

Tim juga mengungkap ada dugaan lebih dari satu orang korban pungli. Hal ini berdasarkan hasil pendalaman yang dilakukan oleh tim saber pungli.

"Ada mutasi lain. Dua orang. Yang bersangkutan diminta uang Rp 20 juta. Setelah negoisasi, akhirnya sepakat jadi Rp 10 juta," katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, oknum pejabat tersebut mengungkap beragam alasan salah satunya uang mutasi itu untuk kepentingan sekolah.

"Tapi apapun alasan itu bukan pembenaran," katanya.

Sekadar diketahui, Tim Saber Pungli Jabar membongkar dugaan praktik pungli yang dilakukan dua pejabat SMAN 22 Kota Bandung pada Jumat (14/1).

Aparat mengamankan uang Rp 30 juta yang diduga merupakan pungli dari orang tua siswa yang mutasi ke sekolah tersebut. Kabid Data dan Informasi (Kabid Datin) Saber Pungli Jabar Yudi Ahadiat mengatakan ada tiga orang tua siswa yang mutasi atau pindah sekolah dari luar Bandung ke SMAN 22.

(yum/bbn)