Melihat Semangat Belajar Siswa Madrasah Pandeglang di Tenda Darurat

Rifat Alhamidi - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 10:56 WIB
Sejumlah siswa MTs Mathlaul Anwar Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten, terpaksa belajar di tenda darurat. Ruang kelas mereka rusak parah akibat diguncang gempa magnitudo (M) 6,6 pada pekan lalu.
Siswa di MTs Mathla'ul Anwar Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten belajar di tenda ( Foto: Rifat Alhamidi)
Pandeglang -

Siswa yang bersekolah di MTs Mathla'ul Anwar Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten terpaksa belajar di tenda darurat. Tempat belajar mereka rusak setelah diguncang gempa 6,6 M Banten.

Pantauan detikcom, meski belajar di tenda, siswa di madrasah ini sama sekali tak kendur saat mengikuti KBM. Mereka telah datang ke sekolah sejak pukul 07.00 WIB untuk mengikuti jadwal belajar seperti biasa.

Tak ada raut dari satu pun siswa yang menampakkan jika wilayah ini pada Jumat (14/1) sore telah diguncang gempa berkekuatan 6,6 magnitudo. Padahal, para siswa harus belajar di tenda darurat yang hanya beralaskan tanah yang dipenuhi rerumputan liar.

Sebelum KBM dimulai, belasan siswa yang berasal dari kelas VII B ini bahu membahu merapikan bangku dan meja belajar ke tenda darurat berukurang 6x12 milik BNPB iti. Setelah semuanya rapi disusun, seorang guru lalu masuk ke tenda tersebut dan langsung memimpin doa sebelum KBM dilaksanakan.

"Ayo anak-anak, sebelum belajar dimulai marilah kita berdoa menurut kepercayaan masing-masing. Berdoa dimulai" kata Acang, guru MTs Mathla'ul Anwar Sumur, Pandeglang, Acang Sutisna, Senin (17/1/2022).

Sejumlah siswa MTs Mathla'ul Anwar Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten, terpaksa belajar di tenda darurat. Ruang kelas mereka rusak parah akibat diguncang gempa magnitudo (M) 6,6 pada pekan lalu.Sejumlah siswa MTs Mathla'ul Anwar Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten, terpaksa belajar di tenda darurat. Ruang kelas mereka rusak parah akibat diguncang gempa magnitudo (M) 6,6 pada pekan lalu. Foto: Rifat Alhamidi

Acang diketahui menjabat sebagai kepala sekolah di madrasah tersebut. Setelah lebih dari setengah jam memberikan pelajaran kepada siswanya, ia mengatakan sengaja masuk di hari pertama ini untuk memberikan motivasi kepada anak didik di madrasah.

"Jadi saya sekalian ngasih semangat ke anak-anak. Ini kan mereka belajarnya harus di tenda karena gempa, bagaimana caranya semangat mereka enggak turun," tuturnya.

Di madrasah ini, diketahui ada dua kelas yang harus dipindahkan ke tenda darurat untuk kegiatan KBM. Yaitu kelas VII B dan C setelah ruangannya rusak parah diguncang gempa Banten.

Sepengetahuan Acang, KBM di tenda darurat itu pun kemungkinan akan terus berlangsung hingga ruang kelas yang rusak di madrasahnya selesai diperbaiki. Sebelum ruangan itu direhab, otomatis KBM siswa harus terus berjalan di tenda darurat.

"Katanya sebelum ruangan tersebut diperbaiki, belajarnya tetap di tenda. Jadi harapan kami itu minta segera diperbaiki, sesuai dengan ruangan yang rusak karena kami sangat membutuhkan," pungkasnya.

Simak Video 'Banten Gempa Lagi, Kali Ini M 5,4':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/bbn)