Apdesi Ancam Polisikan Waketu DPRD DKI soal Celoteh 'Studi Banding ke Lebak'

Fathul Rizkoh - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 14:33 WIB
M Taufik (Wilda Hayatun Nufus/detikcom).
Foto: M Taufik (Wilda Hayatun Nufus/detikcom).
Lebak -

Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Lebak, Banten akan melaporkan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik ke polisi atas celotehannya tentang studi banding yang menyinggung Lebak.

Seperti diketahui, M Taufik berkelakar bahwa DPRD DKI Jakarta tak mungkin melakukan studi banding atau kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Lebak. Taufik pun membandingkan dengan kunker ke luar negeri.

Sekretaris Apdesi Lebak Usep Pahlaludin mengaku tersinggung dengan pernyataan M Taufik tersebut. Terlebih, sebelum duduk di legislator ibukota, M Taufik berasal dari Lebak.

"Pernyataan 'ngapain studi banding ke Lebak, mau dapat apa?' Artinya lain (bukan) persoalan itunya. Tapi, ada pernyataan menohok, ngahina bahasanya. Padahal dia orang Lebak," kata Usep Pahlaludin saat dihubungi via sambungan telepon, Rabu (12/1/2022).

Menurutnya, Apdesi Lebak turut memeras keringat untuk membangun Kabupaten Lebak. Pihaknya pun tidak terima dengan pernyataan Taufik karena dinilai menyinggung masyarakat Kabupaten Lebak.

Atas pernyataan itu, Apdesi Lebak akan mengambil jalur hukum dengan melaporkan M Taufik ke polisi dan Badan Kehoramatan DPRD DKI Jakarta. "Melakukan langkah hukum, pelaporan menuntut M Taufik atas pernyataannya itu. Karena ada unsur penghinaan ke Kabupaten Lebak," kata Usep.

"Kami akan melaporkan ke polisi dan dewan kehormatan. Tapi sebelum itu, nanti sore kami akan berunding terlebih dahulu kepada masyarakat. Mungkin nanti sore bisa diputuskan kapan kita akan melapor ke Polda Banten dan Dewan Kehormatan DPRD DKI Jakarta," kata Usep menegaskan.

Sebelumnya, dikutip dari CNN Indonesia, M Taufik mengatakan studi banding atau kunjungan kerja (kunker) ke luar negeri merupakan hal yang penting dilakukan oleh anggota dewan untuk membangun Jakarta.

"Studi banding itu perlu. Masa ke kampung rumah saya. Coba masa mau studi banding ke Lebak, enggak mungkin," kata Taufik saat dihubungi, Senin (10/1).

Politisi Gerindra itu pun mencontohkan, gagasan intermediate treatment facility (ITF) pun muncul setelah DPRD DKI Jakarta melakukan studi banding ke Jerman untuk mempelajari teknologi pengolahan sampah.

"Banyak hal yang sebetulnya bisa kita ambil dari negara-negara maju, kalau kita mau studi banding ke Lebak, saya setuju-setuju saja, cuma nanti jangan marah kalau enggak ketemu apa yang mesti diterapkan," katanya.

(yum/bbn)