Cerita Lansia di Sukabumi Usai Divakinasi Booster: Nggak Ada Efek Samping

Siti Fatimah - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 11:52 WIB
Warga Kot Sukabumi mendapatkan vaksin booster COVID-19 hari ini, Rabu (12/1/2022)
Warga Kota Sukabumi mendapatkan vaksinasi booster hari ini, Rabu (12/1/2022) (Foto: Siti Fatimah/detikcom)
Sukabumi -

Kota Sukabumi - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menggelar vaksinasi COVID-19 dosis ketiga atau vaksin booster bagi para lansia. Jenis vaksin yang diberikan yakni vaksin AstraZeneca.

Liana (71), warga Kecamatan Cikole mendapatkan informasi vaksin ketiga dari anaknya. Sebelum divaksinasi dosis ketiga hari ini (12/1/2022), dia mengaku mendapatkan vaksin dosis pertama dan kedua pada Maret dan April 2021 lalu dengan jenis vaksin Sinovac.

Pada vaksinasi booster COVID-19 ini, ia disuntik vaksin AstraZeneca. Menurutnya, vaksin dan vaksin booster COVID-19 sangat penting demi keamanan dan kesehatan dirinya dan kelurga.

"Menurut saya sih emang ini (vaksin booster) penting banget ya, soalnya kerasanya lebih sehat aja selama vaksin kesatu, kedua, sekarang ketiga," kata Liana saat ditemui di lokasi.

Pasca mendapatkan vaksin ketiga, Liana menuturkan, tidak mengalami gejala KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) seperti mual, nyeri di bagian suntikan, pusing dan lain-lain.

"Setelah vaksin ketiga biasa-biasa saja, nggak terasa apa-apa. Barusan ya (datang) sekitar 20 menit, soalnya sudah didaftarin sama anak saya. Nggak ada (efek samping) kesatu, kedua, ketiga," sambungnya.

Pendapat serupa disampaikan oleh Alfred (73) asal Kecamatan Gunung Guruh. Ia juga telah mendapatkan vaksin booster AstraZeneca dan mengaku tidak merasakan efek samping apapun.

"Saya biasa aja, nggak ada (mual atau pusing). Vaksin kesatu dan kedua juga nggak ada efek samping," katanya.

Lain halnya dengan Liana, Alfred mendapatkan informasi mengenai vaksin booster dari PeduliLindungi. Menurutnya proses yang dilalui terhitung cepat dan mudah.

"Saya langsung daftar, karena kan saya lansia dan lebih diutamakan. Tahu informasinya dari PeduliLindungi, mudah dan cepat," pungkasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi Dida Sembada mengatakan, umumnya vaksin booster ini ditujukan bagi masyarakat Kota Sukabumi yang sudah berusia 18 tahun ke atas dan jarak dari vaksin dosis kedua selama enam bulan. Pemberian vaksin, kata dia, sesuai dengan petunjuk dari pemerintah pusat.

"Iya hari ini kita memulai kick off vaksin booster ya, diperuntukkan untuk usia 18 tahun ke atas dan ini kita satukan juga boosternya dengan lansia sesuai petunjuk dari pemerintah pusat," kata Dida saat ditemui di Puskesmas Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Rabu (12/1/2022).

Dia mengatakan, ada tujuh puskesmas yang melaksanakan vaksinasi booster secara serentak. Ketujuh puskesmas tersebut yaitu Puskesmas Selabatu, Puskesmas Tipar, Puskesmas Cipelang, Puskesmas Baros, Puskesmas Benteng, Puskesmas Cibeureum Hilir dan Puskesmas Nanggeleng.

(yum/bbn)