Pemkot Bogor Datangi 'Kuburan Pesawat' di Kemang, Apa Hasilnya?

M Sholihin - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 18:55 WIB
Lokasi bangkai pesawat di Kemang, Kota Bogor
Lokasi bangkai pesawat di Kemang, Kota Bogor (M Sholihin/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor meninjau langsung gudang penyimpanan bangkai pesawat di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Selasa (11/1/2022).

Kadisbudpar Kabupaten Bogor Deni Humaedi mengatakan, pihaknya sengaja mendatangi lokasi gudang bangkai pesawat untuk memastikan apakah di dalamnya ada kegiatan usaha atau tidak.

"Di lahan ini pemilik bangkai pesawat-pesawat ini memang sewa tanah untuk gudang, dan ini sudah ada perjanjiannya untuk 10 tahun dari 2018. Lahan di sini ada 1,2 hektar. Jadi ini murni yang disini adalah gudang," kata Deni saat ditemui di gudang bangkai pesawat, Selasa (11/1/2022).

"Informasi awal di sini tuh akan dibangun resto, memang ada wacana itu. Tetapi tidak ada, mungkin dalam waktu dekat, mungkin karena kondisi," ujar Deni menambahkan.

Deni menegaskan, Pemkab Bogor akan mendukung jika pemilik bangkai pesawat berencana mengembangkan gudang bangkai pesawat ini untuk dijadikan restoran atau lokasi wisata. Namun ia meminta agar pengelola menempuh semua prosedur.

"Tentu pemkab akan mendukung (jika ada resto atau wisata), dan itu akan berdampak masyarakat. Terlebih kawasan Kemang-Parung itu masuk dalam kawasan pengembangan pariwisata daerah. Tentunya ini akan menambah destinasi wisata, di samping itu akan berpengaruh baik bagi masyarakat dan ini akan jadi pilihan orang berkunjung. Disini juga bisa jadi sarana edukasi, contoh misalkan ada pesawat dengan pengenalan, ada resto," sebut Deni.

"Terhadap wacana ini, tentu Pemkab mendukung tetapi tolong nanti ditempuh semua prosedurnya, SOP-nya," tambah Deni.

Sopian, penjaga gudang sekaligus perwakilan pemilik bangkai pesawat mengatakan, di lahan seluas 1,2 hektar tersebut terhampar 15 unit bangkai pesawat.

"Apa yang disampaikan Pak Kadis tadi sesuai konfirmasi, sesuai apa yang kita laksanakan selama ini. Jadi kita hanya gudang. Walaupun nanti untuk perencanaan resto itu kita belum bisa menjawab, karena kondisinya masih dalam keadaan Covid. Tapi walau pun nanti kita berencana mau membuat resto di situ, kami akan menempuh perizinan yang sesuai peraturan yang berlaku," kata Sopian.

Sopian tidak bisa menyebutkan berapa harga-harga dan dari mana asal bangkai pesawat itu. "Kalau masalah harga saya sebagai wakil dari Pak Haji Tedi, saya tidak bisa mencampuri. Saya hanya bisa menjaga, menjelaskan, kita belum menuju ke rupiah," kata Sopian.

(yum/bbn)