Kurikulum Bisnis Digital Mulai Diterapkan di 206 SMKN Jabar

M Sholihin - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 16:57 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Kadisdik Jabar Dedi Supandi saat peluncuran kurikulum bisnis digital di Bogor, Selasa (11/1/2022)
Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Kadisdik Jabar Dedi Supandi di sela peluncuran kurikulum bisnis digital di Bogor (foto Dok Pemprov Jabar)
Bogor -

Pemprov Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan Jawa Barat mulai mengaplikasikan kurikulum bisnis digital sebagai kurikulum tambahan bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kurikulum tambahan ini diberlakukan di 206 SMK di Jabar.

"Dalam keterkendalian (COVID-19) ini PTM sudah maksimal dilakukan di seluruh Jabar, PTM ini kita mengawali semangat optimisme 2022 dengan sebuah kesiapan Jabar untuk memulai penambahan penguatan kurikulum dengan nama kurikulum bisnis digital," kata Ridwan Kamil usai peluncuran kurikulum bisnis digital di SMK Negeri 1 Kota Bogor, Selasa (11/1/2022).

"Seiring dengan itu hari ini dimulai kelas perdana untuk 12 bulan pendidikan bisnis digital kepada 26.000 anak SMK, sudah dilatih 400-an guru sehingga mereka paham apa yang harus diajarkan dan dikuliahkan kepada anak SMK," tambah pria yang biasa disapa Kang Emil ini.

Dalam pelaksanaannya, Pemprov Jabar menggandeng institusi berbasis 4.0 untuk mendukung pelaksanaan kurikulum bisnis digital ini.

"Kita tahu SMK di Jabar masih tertinggi dalam persentase penganggurannya, artinya kurikulumnya masih konvensional, dunia sudah berubah, disrupsi sudah datang, ibaratnya cuaca sudah mengancam tapi kita tidak melakukan perubahan dalam hidup kita," terang Emil

"Cara di Jabar adalah menggandeng institusi 4.0, Shopee adalah institusi 4.0 dibidang e-commerce maka ada kurikulum bisnis digital, nanti ada kurikulum Microsoft, ada kururikulum tambahan dari semua pemain industri yang membuat SMK ini nyambung dengan kebutuhan kerja," tambahnya.

Dengan kurikulum tambahan ini, diharap lulusan SMK di Jabar lebih siap menghadapi kebutuhan kerja di era digital.

"Di SMKN 1 Kota Bogor ini kita mulai peristiwa bersejarah ini mudah-mudahan ke depan bisa memanen hasil dari sebuah keputusan yang bersifat adaptasi," ujarnya.

Kadisdik Jawa Barat Dedi Supandi menyebut, kurikulum bisnis digital ini untuk sementara hanya berlaku di 206 SMK Negeri di Jawa Barat. Untuk pengajarnya, berasal dari pihak institusi 4.0 yang bekerjasama dengan Disdik Jawa Barat.

"Ini berlaku di Jabar, baru di sekolah negeri, makanya tadi jumlahnya 206 sekolah dengan jumlah siswa 460 yang sudah dilatih. Dari 206 sekolah itu yang daftar ada 100 orang siswa awalnya, tapi ternyata yang mendaftar melebihi jadi sekarang dari target 2.000 jadi 26.312," kata Dedi.

"Staf pengajar sudah dikasih sertifikat dari Shopee setelah diberikan pendidikan, mulai juni 2021," imbuhnya.

Dedi menambahkan, penguatan kurikulum digital ini bertujuan adanya pembangunan karakter terhadap lulusan SMK di Jawa Barat sehingga siap menghadapi perkembangan zaman dan kebutuhan pekerjaan.

"Tujuannya kita ingih membentuk karakter anak-anak didik ini untuk mempunyai karakter dan masuk lah kurikulum Shopee digital, masuk juga nanti beberapa kurikulum star-up digital sekolah pencetak wirausaha," kata Dedi.

Kepala Hubungan Pemerintahan Shopee Indonesia Bilqis Manisang mengatakan, kerjasama ini dibangun sebagai bentuk kontribusi Shopee dalam meningkatkan kemampuan pelajar SMK dalam dunia digital.

"Kita lihat, paling tidak ini anak sekolah yang tidak ikut PTM, terus ada beberapa dari mereka yang off dari kegiatan belajar mengajar. Nah kita potret adalah SMK, SMK kan kita lihat datanya di BPS kurang baik, jadi inilah kontribusi kecil yang shopee bisa lakukan, memberikan buzz untuk mereka dengan pembekalan yang tepat," ungkap Bilqis.

"Shopee tidak cuma kasih hard skill tentang bagaimana sih nanti industri e-commerce dengan SMK akan berkolaborasi, tapi soft skill nya yang kita tekanin, soft skill sebetulnya mendasar, bagaimana cara membuat keputusan, cara membuat strategi perencanaan," ujar Bilqis.

(yum/bbn)