Round-Up

Kedok Ajaran Tenaga Dalam di Balik Aksi Cabul Oknum Pengurus Ponpes Ciparay

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 09 Jan 2022 10:46 WIB
poster
Ilustrasi pelecehan seksual (Foto: Edi Wahyono)
Bandung -

Lagi-lagi santriwati menjadi korban pelampiasan nafsu bejat oknum pengurus pondok pesantren, kali ini terjadi di Ciparay, Kabupaten Bandung. Pelakunya yakni seorang pria berinisial H.

Peristiwa nahas yang dialami tiga santriwati di bawah umur itu terjadi pada tahun 2019 hingga 2021. Akan tetapi kejadian tersebut baru dilaporkan belakangan ini oleh para korban ke pihak Polresta Bandung.

Lantas bagaimana H melancarkan modusnya untuk memperdayai para korban demi melampiaskan hasratnya? Ternyata H melakukan hal bejat tersebut dengan modus bakal mengajari korban tenaga dalam.

"Modusnya memanggil korban, diajari tenaga dalam namun pada saatnya itu dipijit punggung hingga korban tidak sadar," ucap Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Ibrahim Tompo saat dikonfirmasi, Sabtu (8/1/2022).

Saat korban tak sadar itulah, kata Ibrahim, pelaku melakukan aksi tak senonohnya. "Saat (korban) tidak sadar, kemudian dilakukan pencabulan pada saat itu," kata Ibrahim.

Pihaknya memastikan bila pelaku berinisial H tersebut merupakan salah satu pengurus ponpes di Ciparay, Kabupaten Bandung. "Dia mengajar di sana. TKP-nya ini ada di pondok (pesantren)," kata Ibrahim.

Kendati demikian, sejauh ini polisi belum menetapkan status tersangka terhadap terlapor berinisial H itu. "Belum jadi tersangka. Masih saksi (terlapor)," ucap Ibrahim.

Ibrahim mengatakan kasus ini masih dalam penyelidikan jajaran Satreskrim Polresta Bandung. Sejumlah saksi diperiksa oleh penyidik guna mengumpulkan alat bukti yang nantinya bisa menjerat tersangka.

"Kasus ini sudah ditangani penyidik. Total saksi ini mulai saksi korban dan pelapor juga ada delapan," katanya.

Ibrahim menjelaskan dugaan pencabulan terhadap santriwati itu terjadi di sebuah pondok pesantren di Ciparay, Kabupaten Bandung.

"Dilaporkan oleh salah satu korban, kemudian berkembang menjadi tiga korban akhirnya," tuturnya.

(yum/yum)