Ruang Kreatif di Kolong Jembatan Kereta Api Rangkasbitung

Fathul Rizkoh - detikNews
Sabtu, 08 Jan 2022 10:59 WIB
Ruang kreatif di kolong jembatan rangkasbitung
Foto: istimewa
Lebak -

Kolong jembatan perlintasan kereta api di Rangkasbitung, Lebak diubah menjadi ruang kreatif oleh masyarakat. Anak-anak bisa belajar sekaligus bermain di sana.

Ruang kreatif itu bernama Sanggar Kita, berlokasi di kampung Kebon Cau, Kelurahan Cijoro Pasir, Rangkasbitung. Sanggar dibuka mulai pukul 08:30 WIB hingga pukul 11:00 WIB setiap hari Senin sampai Jumat.

Pengelola Sanggar Kita Herdi Supriyatna mengatakan sanggar dibentuk saat mulai Pandemi COVIF-19, di saat banyak sekolah tutup. Proses belajar mengajar dialihkan menjadi daring. Ia khawatir jika anak-anak kecanduan bermain handphone.

"Mulainya Oktober 2021. Kita tidak mau anak-anak jadi tidak respek sama lingkungan sekitar. Lalu, masyarakat memutuskan untuk membuka sanggar," katanya kepada detikcom, Sabtu (8/1/2022).

Alasan memilih kolong jembatan, kata Herdi, lantaran kesan negatif yang muncul di masyarakat. "Biasanya kolong jembatan itu dipake aktivitas kurang baik. Daripada dipake yang tidak-tidak, lebih baik belajar dan bermain,"ujarnya.

Sanggar ini terbuka untuk siapapun. Rata-rata anak yang datang berusia 2 tahun sampai 10 tahun ke atas.

"Anak yang sekolah PAUD sekitar 38 orang sampai 40 orang, remaja 20 orang. Ini yang terdata sering belajar dan main di sini. Karena bukan sekolah formal, jadi tidak ada angka pasti. Kalau mau datang silakan tidak pun enggak jadi soal,"ungkapnya.

Dalam membangun sanggar, Herdi tidak sendiri. Ia dibantu masyarakat, relawan, dan para donatur.

"Kita ngecat, bikin amben, panggar itu dari donatur. Karena kita enggak ada biaya kalaupun ada yang bayar, uang nya kita gunakan untuk kebersihan atau keperluan belajar dan main anak,"paparnya.

Relawan lain, Siti Nurlela mengatakan ada lima guru yang mengajar di sini. Semua adalah mahasiswa yang sukarela mengajar.

"Tahu ada sanggar yang butuh guru dari kakak ipar. Emang senang mengajar, jadi mau, meskipun sukarela," ungkapnya.

Menurutnya, tantangan saat mengajar adalah fokus anak hilang. Anak-anak akan antusias apabila kereta melintas di atas sanggar.

"Kalau ada kereta melintas, anak-anak akan melambai, ada juga yang ingin melihat kereta dari dekat. Padahal lagi proses belajar," tandasnya

Lihat juga video 'Pembangunan Ruang Kelas Mangkrak, Siswa SD Ini Belajar di Kolong Rumah':

[Gambas:Video 20detik]



(ern/ern)