ADVERTISEMENT

Heboh Rombongan Disdikbud Cianjur Pelesiran ke Pantai Pangandaran

Ismet Selamet - detikNews
Minggu, 19 Des 2021 16:11 WIB
Pejabat Disdikbud Cianjur Pelesiran ke Pangandaran
Aktivitas pejabat Disdikbud Cianjur di Pantai Pangandaran. (Foto: tangkapan layar video viral)
Cianjur -

Para pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur pelesiran ke Pandandaran, Jawa Barat. Videonya beredar dan bikin heboh publik karena pelesiran itu berlangsung di tengah pandemi COVID-19.

Ada dua video yang beredar. Salah satunya menampilkan rombongan di dalam salah satu bus yang bernyanyi sambil berjoget. Di video lainnya, terlihat aktivitas mengelilingi api unggun pada malam hari di pantai.

"Mau ngapain kita?" kata pemandu kegiatan sebagaimana dalam video yang dilihat detikcom, Minggu (19/12/2021).

"Bersenang-senang...," jawab para peserta.

Penjelasan Kadisdikbud Cianjur

Kepala Disdikbud Cianjur Himam Haris membenarkan soal video tersebut. Menurutnya, aktivitas itu berlangsung saat kegiatan rapat koordinasi (rakor) di Pangandaran selama tiga hari atau mulai Rabu hingga Jumat kemarin.

"Iya video itu benar, ada peserta yang terlalu bereuforia dengan kegiatan rakor yang digelar di Pangandaran," kata Himan saat dikonfirmasi.

Menurut Himam, video dalam bus tersebut terjadi lantaran para peserta rakor merasa jenuh selama perjalanan. Sehingga tercetus ide untuk menggelar karaoke sambil saweran.

"Tapi tidak ada yang joget-joget, apalagi sampai dipeluk. Itu hanya spontanitas agar menghilangkan kejenuhan selama perjalanan," ucapnya.

Sedangkan kegiatan api unggun, menurut Himam, merupakan selingan di tengah kegiatan rakor. Namun, dia menegaskan, ungkapan soal tujuan kegiatan itu untuk bersenang-senang merupakan hal tidak benar.

Kegiatan rakor ke Pangandaran itu, diklaim Himam sudah mendapatkan izin dari Bupati Cianjur Herman Suherman. Fokus kegiatan ini, menurutnya, bertujuan mempererat silaturahim para pejabat di lingkungan dinas.

"Kita sudah dapat izin. Tujuan kegiatan juga rakor, ada kegiatannya. Yang acara malam hanya selingan di tengah kegiatan supaya para pemilik, pengawas, dan para pejabat Disdik kompak untuk menaikkan IPM Cianjur," ujarnya.

Dia meminta maaf kepada semua pihak soal agenda rakor tersebut malah menimbulkan euforia berlebihan dari peserta kegiatan. "Saya minta maaf, itu euforia karena mungkin sudah dua tahun tidak ke mana-mana akibat pandemi. Saya minta maaf kepada semua pihak," tutur Himam.

Respons Bupati Cianjur

Bupati Cianjur Herman Suherman menyesalkan euforia para pejabat di lingkungan Disdikbud Cianjur tersebut. Dia mengungkapkan kepala dinas hanya meminta izin untuk menggelar rakor, namun tidak menjelaskan tempat kegiatannya.

"Minta izin secara lisan, tapi tidak tahu rincinya. Kalau kegiatannya di luar daerah, apalagi dengan kegiatan seperti itu, tentu saya tidak izinkan. Tidak patut hal yang terjadi di video itu dilakukan oleh pejabat di lingkungan pendidikan," kata Herman.

Herman menyoroti terkait euforia dari para pejabat yang menyakitkan hati semua pihak di tengah pandemi COVID-19. "Kita di sini berjuang melawan COVID-19, tapi mereka malah bersenang-senang. Semua juga lelah menghadapi COVID-19, segala aktivitas dibatasi, namun tidak dibenarkan kegiatan yang katanya rakor diisi oleh hal seperti itu," tuturnya.

"Saya akan tanyakan lebih lanjut ke kepala dinas terkait video yang menyebar dan kegiatan rakor yang malah berujung euforia berlebih tersebut," ujar Herman menegaskan.

(bbn/bbn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT