ADVERTISEMENT

Gerombolan Remaja Acungkan Celurit di KBB Ditangkap Polisi

Whisnu Pradana - detikNews
Minggu, 19 Des 2021 14:27 WIB
Remaja Acungkan Celurit di Bandung Barat
Aksi gerombolan remaja bermotor ugal-ugalan resahkan warga Bandung Barat. (Foto: Whisnu Pradana/detikcom)
Bandung Barat -

Polisi menangkap 26 pelajar SMK asal Purwakarta gegara aksi konvoi sambil mengacung-acungkan senjata tajam di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Media sosial dihebohkan dengan beredarnya video berdurasi 26 detik yang memperlihatkan gerombolan remaja bermotor ugal-ugalan sambil membawa celurit di Jalan Warung Jati, Cikalongwetan, KBB, Jumat (17/12) siang.

Kapolsek Cikalongwetan AKP Surahmat mengatakan hanya berselang 24 jam para pelajar itu langsung ditangkap lantaran telah meresahkan masyarakat dan pengendara di Cikalongwetan. "Melalui badge sekolah yang menempel di seragam siswa dan terlihat di video itu akhirnya kita telusuri, ternyata mereka itu pelajar SMK di Purwakarta," tutur Surahmat saat dihubungi detikcom, Minggu (19/12/2021).

"Total ada 26 pelajar yang diamankan. Tujuh pelajar diamankan di sekolahnya lalu 19 pelajar lagi diamankan di tempat yang berbeda-beda termasuk di kawasan Cirata," kata dia menambahkan.

Berdasarkan pengakuan para pelajar tersebut, mereka konvoi sambil mengacungkan senjata tajam itu untuk menyerang sekolah lainnya yang ada di wilayah Cikalongwetan.

"Untuk sekolah mananya itu yang jelas adanya di Cikalongwetan, nah mereka akan menyerang ke situ. Tapi kita cepat tanggap dan informasinya juga viral sehingga aksi tawurannya enggak terjadi," ucap Surahmat.

Dari tangan para pelajar itu turut diamankan lima buah senjata tajam berbagai jenis salah satunya celurit yang terlihat di video yang viral di media sosial. "Senjata yang diamankan itu ada lima buah, ada jenis celurit dan senjata tajam lainnya. Untuk barang bukti itu ada yang kita temukan di sekolah juga. Lalu motor yang kita bawa juga ada lima unit," katanya.

Pihaknya langsung menyerahkan 26 pelajar SMK itu ke Polres Cimahi untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. "Untuk 26 pelajar itu sekitar jam 1 malam kita serahkan ke Satreskrim Polres Cimahi. Jadi dijemput langsung oleh Kasat Reskrim ke Polsek Cikalongwetan," ujar Surahmat.

Pihaknya mengimbau supaya pihak sekolah lebih memperketat pengawasan aktivitas pelajar supaya aksi serupa tidak terulang kembali. "Imbauan ke pihak sekolah untuk lebih ketat memeriksa dan mengawasi siswa. Lalu untuk pengguna jalan apabila menemukan hal serupa untuk langsung menghubungi pihak kepolisian agar segera ditindaklanjuti," tutur Surahmat.

(bbn/bbn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT