Jabar Hari Ini: Geger Video 'Kacang Hijau'-Air Keras di Lambung Sarah

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 20:27 WIB
Video polisi dan Bhayangkari gadungan bikin video sindir TNI
Polisi dan bhayangkari gadungan bikin video sindir TNI. (Foto: Tangkapan layar video viral)
Bandung -

Viral video menunjukkan pria berseragam polisi dan bhayangkari di media sosial. Selain itu, fakta baru terungkap dari pembunuhan Sarah Cianjur.

Berikut rangkuman Jabar hari ini, Selasa (7/12/2021):

Begini Aturan Nataru di Jabar Usai PPKM Level 3 Dibatalkan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan pencegahan penularan COVID-19 akan tetap dikencangkan, meski pemerintah pusat membatalkan rencana kebijakan PPKM Level 3 serentak se-Indonesia pada Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil-- mengatakan pemerintah pusat akan menerapkan regulasi pencegahan sesuai level kewaspadaan di daerah masing-masing. Jabar pun membuat tiga kebijakan, yang pertama pengetatan protokol kesehatan tetap dilakukan.

"Saya sampaikan bahwa tidak adanya PPKM level 3 tidak mengurangi rencana pengetatan dalam mengurangi potensi penyebaran COVID-19," ujar Kang Emil di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (7/12/2021).

Kemudian, pihaknya juga membuat sejumlah aturan pada saat Nataru nanti, di antaranya larangan melakukan perayaan pergantian tahun secara publik dan massal di hotel-hotel, gedung-gedung, tempat-tempat outdoor. Larangan itu juga berlaku untuk konvoi di malam tahun baru.

"Itu dilarang, dan pak Kapolda dan jajaran sudah berkomitmen untuk mengamankan kebijakan itu," katanya.

Kebijakan yang ketiga, adalah kapasitas tempat-tempat wisata dibatasi maksimal 75 persen dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi wajib diterapkan. Soal PeduliLindungi, Emil mengakui, masih perlu ada pembenahan.

"Banyak ditemukan PeduliLindungi itu jadi formalitas yang tidak dipergunakan, seolah-olah ada di pintu gerbangnya tapi tidak dilakukan pengecekan, jadi kami sudah menyiapkan mekanisme sosialisasi akan memberikan sanksi penutupan dan sanksi lainnya," ujar Emil.

Viral Aksi Polisi-Bhayangkari Gadungan di Karawang

Polres Karawang mengamankan polisi dan bhayangkari gadungan lantaran dinilai bikin gaduh gegara video 'Kacang Hijau'. Pria inisial RA (35) dan wanita inisial RW (28) mengaku hubungannya sebatas teman.

Dalam video berdurasi 18 detik, RW berseragam ala bhayangkari seolah menyindir TNI dengan menyampaikan perbandingan warna seragam. "Kacang hijau memang bergizi, tapi cokelat bikin nyaman. Bikin tenang di hati lagi," ucap RW sambil menunjuk RA berseragam cokelat polisi yang duduk di sampingnya.

Polisi lalu bergerak mengamankan keduanya di Cikampek, Karawang, Senin (6/12). Motif keduanya tampil ala polisi-bhayangkari masih diselidiki polisi.

"Saat ini kami sedang mendalami motifnya," kata Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono.

Pesan Gubernur DIY untuk Ridwan Kamil

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (HB X) memberikan pesan khusus kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terkait kepemimpinan. Ia berharap agar pria yang akrab disapa Kang Emil itu bisa menjaga integritas dan konsistensi.

"Saya kira membangun kapasitas, integritas saya kira itu. Memang sangat dibutuhkan masyarakat karena di situ diperlukan konsistensi dan pola pikir yang mendekati harapan warga, masyarakat secara umum," kata Sri Sultan HB X di Bandung, Selasa (7/12/2021).

Sri Sultan mengatakan selama dua hal itu bisa dipenuhi maka akuntabilitas dari seorang pemimpin bisa terbentuk dengan sendirinya. "Asal itu bisa ditepati otomatis yang dibangun pasti akuntabilitas, udah itu aja," kata Sri Sultan.

Sebelumnya, Ridwan Kamil mengajak Gubernur DIY Sri Sultan HB X bernostalgia di Kota Bandung. Salah satu tempat yang dikunjungi adalah Ayam Goreng Nikmat di Jalan Panaitan, Kota Bandung.

Lokasi itu dipilih karena pernah memberikan kenangan indah terhadap perjalanan kehidupan Sri Sultan dan istrinya Kanjeng Ratu Hemas. Tiba sekitar pukul 12.30 WIB, Sri Sultan dan istrinya Ratu Hemas turun dari mobil listrik dinas yang dikemudikan Ridwan Kamil.

Kemudian Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil-- turun sambil menggandeng istrinya Atalia Praratya. Mereka kemudian masuk ke dalam tempat makan yang telah berdiri sejak tahun 1965 itu. Bagi Sri Sultan dan Ratu Hemas, restoran ayam goreng di Jalan Panaitan ini menyegarkan kembali memori di kala muda.

"Ya karena istri saya dulu, anak tentara. Tugasnya (di Bandung) punya perumahan di Cibeunying situ, tadi lewat ke situ tapi sudah berubah semua, mungkin ya sudah 50 tahun yang lalu, makanya (restoran) di sini masih kecil dulu," ucap Sri Sultan.

Ada Cairan Air Keras di Lambung Sarah

Polisi menemukan cairan diduga air keras dalam tubuh Sarah (21), warga Cianjur yang tewas disiram air keras oleh Abdul Latif (48), pria Arab yang merupakan suaminya sendiri.

Kapolres Cianjur Doni Hermawan mengatakan berdasarkan hasil autopsi beberapa waktu lalu, di dalam lambung korban ditemukan cairan air keras.

"Ditemukan ada cairan diduga air keras dalam lambung korban," kata dia saat ditemui di Mapolres Cianjur, Jalan KH Abdullah bin Nuh, Selasa (7/12/2021).

Menurutnya, polisi sudah mengirimkan sampel ke laboratorium forensik untuk memastikan berapa banyak cairan tersebut berada di organ dalam korban. Doni menjelaskan hal itu untuk memastikan apakah cairan tersebut masuk akibat pelaku mencekok korban atau hanya tertelan saat pelaku menyiramkan air keras ke bagian wajah korban.

"Kita masih tunggu hasilnya, kemungkinan pekan ini sudah keluar. Nanti bisa diketahui apakah sengaja dicekok atau tertelan oleh korban," katanya.

Untuk sementara, lanjut dia, diduga air keras tersebut terminum. Sebab saat disiram air keras, korban dalam keadaan setengah berdiri. "Tapi kita pastikan lagi dari hasil labfor," ucapnya.

Kawanan Rampok Karawang Incar Selebritas Pamer Harta

Pamer kemewahan di media sosial ala selebritis tanah air ternyata mengundang niat jahat. Hal itu diketahui dari komplotan perampok bank swasta di Karawang yang hendak merampok selebritas bila tak tertangkap polisi.

Pengakuan itu muncul dari tujuh orang pelaku perampokan bank Maybank Karawang yang ditangkap Polda Jabar. Kepada penyidik, para pelaku bertutur akan menjalankan aksi lanjutan dengan target selebritas.

"Hasil penyelidikan, mereka rencananya setelah ini (perampokan bank di Karawang) mempunyai target selebriti di Jakarta," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago, Selasa (7/12/2021).

Erdi tak menyebut siapa sosok selebritas yang jadi target sasaran komplotan tersebut. Namun yang pasti, kata Erdi, komplotan ini melihat aktivitas calon target di media sosial.

"Masih diselidiki. Belum bisa disampaikan. Tapi mereka melihat vlog YouTube salah satu selebriti yang menampilkan aktivitas. Itu sudah dibaca oleh mereka," kata Erdi.

Tonton juga Video: Ridwan Kamil Lapor ke Jokowi, BOR RS di Jabar Kini Hanya Terisi 2%

[Gambas:Video 20detik]



(dir/bbn)