Air Mata Keluarga Iringi Peresmian Monumen Pahlawan COVID-19

Yudha Maulana - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 14:52 WIB
Wakil Presiden RI Maruf Amin meresmikan Monumen Pahlawan COVID-19 Jawa Barat di Jl Surapati, Kota Bandung pada Sabtu (4/12/2021).
Suasana haru saat peresmian Monumen Perjuangan COVID-19 di Kota Bandung. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Bandung -

Rasa haru menyelimuti peresmian Monumen Pahlawan COVID-19 di Jalan Surapati, Kota Bandung, Sabtu (4/12/2021). Hujan rintik-rintik yang turun, menambah suasana menjadi lebih syahdu.

Monumen Pahlawan COVID-19 menjadi memento atau kenang-kenangan abadi untuk mengingat jasa dari 239 tenaga kesehatan dan aparatur sipil negara (ASN) yang berperang dan gugur melawan wabah.

Air mata Aliya (25) masih menggelayut di pelupuk matanya ketika melihat nama sang ayah terukir di dinding batu Monumen Pahlawan COVID-19. Ayahnya, Jajang Sutisna, merupakan salah seorang tenaga kesehatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung yang gugur karena paparan virus Corona.

"Ayah saya meninggal karena Covid, beliau bekerja di RSHS. Kami dari keluarga mengapresiasi penuh kepada jajaran gubernur dan Pemprov Jabar yang telah membuat salah satu monumen, supaya kami selalu mengingat jasa-jasa almarhum dan apa yang hal baik yang beliau tinggalkan, akan kami teruskan," ujar Aliya.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun turut merasakan kesedihan dari keluarga yang ditinggalkan para pahlawan tersebut.

"Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya para syuhada di seluruh Indonesia yang gugur karena COVID-19, semoga amal baiknya diterima di sisi Allah Subhanahu wa ta'ala, Tuhan yang Maha Esa. Hari ini kita berkumpul di sini untuk mengenang dan menghormati mereka," ucap Ma'ruf.

Dalam perjalanannya, Jabar kehilangan sekitar 200-an putra-putri terbaik yang berjuang tanpa lelah menyelamatkan nyawa orang-orang. Selain itu, Jabar juga kehilangan 14.000-an masyarakat yang berpulang karena COVID-19.

"Mereka berpulang agar kita tetap bisa menang, mereka luruh agar kita tetap bisa tumbuh, mereka gugur agar kita tetap bisa bertutur, mereka berkorban agar kita tetap punya masa depan," kata Kang Emil -sapaan Ridwan Kamil-.

"Monumen Pahlawan COVID-19 Jawa Barat ini adalah mereka. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya," pungkas Kang Emil.

(yum/bbn)